Ramadan Kelabu, 13 Bangunan Kampus Ponpes Al Adalah 1 Tegal Porak-Poranda

RATUSAN Santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Al Adalah di Desa Padasari Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal menghadapi Ramadan dan Idul Fitri tahun ini dengan penuh keprihatinan. 13 bangunan kampusnya kini telah hancur porak-poranda sejak bencana tanah longsor akibat tanah gerak menggunjang wilayahnya, sejak 2 Februari 2026.
Duka ini menyelimuti Padasari. Tak hanya gedung Ponpes, ada sekitar 900 bangunan yang ikut rusak parah, umumnya rumah hunian warga, masjid dan kampus SMP Maarif NU 3 Jatinegara. Akibat longsor ini, sekitar 2.500 warga harus meninggalkan desa untuk mengungsi dan tinggal di tenda-tenda yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat di wilayah Kelurahan Capar yang letaknya sekitar 1 kilometer dari lokasi bencana.
Pengurus Ponpes Al Adalah, Ahmad Fauzan menyampaikan bencana tanah longsor terjadi bertahap sejak hari Senin, 2 Februari 2026 dinihari. “Alhamdulillah tidak sampai ada korban, meski kalua melihat luasan wilayah yang rusak parah cukup luas. Sebab longsor ini terjadi bertahap diawali say curah hujan tinggi dengan adanya pergerakan tanah. Warga yang menyadari bahaya tersebut langsung berkemas mengungsi ke Capar yang letaknya di bawah dan relative aman,” ujar Ahmad Fauzan.
Termasuk para santri baik laki maupun perempuan sudah waspada tiap hari dan tiap malam. Begitu ada tanda-tanda tanah, lantai di pondoknya, mereka bergegas menuju tempat aman.
“Pergerakan tanah tidak seketika meluluh lantakkan desa Padasari. Namun bergerak hampir setiap jam dan setiap hari, termasuk sampai detik ini. Beruntung warga tanggap dan cepat menyelamatkan diri hingga tidak timbul korban jiwa,” tambah Ahmad Fauzan, Jumat (13/3).
Salamah, warga Padasari mengaku malam itu saat kejadian desanya masih diguyur hujan. Saat curah hujan tinggi menurur Salamah warga selalu tak dapat tidur nyenyak, selalu terjaga karena khawatir datang bahaya longsor.
“Di sini sering ada yang longsor, sudah bisa dipastikan setiap tahun pasti ada yang longsor atau rumah rusak.Namun jedanya longsor terakhir ini cukup lama, mungkin ada setahunan. Yang terjadi bulan ini longsornya cukup besar dan meluas,” paparnya.
Untuk mengatasi bahaya longsor, pemerintah setempat belum dapat bergerak selain mengamankan warganya terlebih dulu. Warga yang menjadi korban ditampung di pengungsian yang terletak di Desa Capar. Sedang aktifitas belajar para santri Al Adalah 1 di tamping di Ponpes Al Adalah 2 yang ada I Desa Capar.
Pengasuh Ponpes Al Adalah KH Muhammad Tasripin Salim mengungkapkan ada 13 gedung Ponpes Al Adalah 1 yang rusak parah sehingga tidak memungkinkan lagi digunakan. Untuk sementara aktifitas santi dilakukan bersama santri yang ada di Al Adalah 2.
“Kami hanya berharap, kejadian ini akan menemukan hikmah yang patut kami syukuri. Bencana itu kehendak Allah SWT, kita semua memohon agar bencana ini yang terakhir, sebab dampaknya cukup luas dan luar biasa. 2.500 orang kehilangan tempat tinggalnya. Mereka tidak dapat menyambut Ramadhan ini seperti tahun-tahun lalu. Banyak masjid yang rusak parah. Maka lebaran nanti tentu akan berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya,” ujar KH Muhammad Tasripin Salim. (Dhirgham)






