PPAD Jateng Peduli Korban Longsor Padasari Tegal

Tegal, JavaMedia.Id – DPD Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Provinsi Jawa Tengah bersama DPP hadir menemui serta membantu masyarakat yang menjadi korban tanah longsor di Desa Padasari kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal, Kamis (12/3).

Rombongan Purnawirawan TNI AD yang dipimpin Ketua DPD PPAD Jawa Tengah, Brigjen TNI Purn Amin Syamsudin dan Wakil DPP PPAD Pusat Mayjen TNI Purn Jhonny L Tobing ini setelah meninjau kondisi rumah yang menjadi korban longsor, menyempatkan mengunjungi Pondok Pesantren Al Adalah 1 yang rusak parah dan menyampaikan bantuan untuk membantu pembangunan kembali bangunan pesantrennya.
Bencana Tanah Longsor ini menelan 900 rumah penduduk dan mengakibatkan sekitar 2.500 orang mengungsi dan tinggal di tenda pengungsian.
Sejak kejadian 2 Februari 2026 malam, hingga Kamis (12/3) kondisi rumah-rumah masih dibiarkan dalam kondisi runtuh. Beberapa warga melakukan pengamanan rumah meski kondisi jalan sudah sangat sulit dilalui kendaraan karena kondisi rekah-rekah dan ambles.
Ketua DPD PPAD Brigjen TNI H Amin Syamsudin mengungkapkan bahwa kehadirannya bersama Wakil dari DPP PPAD Pusat adalah untuk menyampaikan empatinya kepada para korban, khususnya pengrus Pondok Pesantren Al Adalah yang telah kehilangan 13 gedung, termasuk diantarannya gedung kelas, aula, laboratorium dan asrama.
“Kami hadir untuk membantu meringankan beban yang diderita masyarakat, khususnya pengasuh pondok pesantren. Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan dalam upaya memulihkan keadaan,” ujar Brigjen TNI Purn Amin Syamsudin.
Sementara Mayjen TNI Purn Jhonny L Tobing menyampaikan salam dari Ketua DPP PPAD Pusat untuk masyarakat Padasari. Selain itu juga salam dari Bapak KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Jhonny mengungkapkan bahwa PPAD merupakan persatuan para purnawirawan TNI AD, yang masih konsisten menjalankan misi membantu masyarakat yang dalam kesusahan.
“Kami akan melaporkan kondisi yang kami lihat di lapangan ini kepada beliau, Bapak Ketua Umum DPP PPAD maupun Bapak KSAD supaya menjadi bahan perhatian untuk tindak lanjut membantu masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran kami di sini setidaknya bisa menjadi support dan menunjukkan negara hadir untuk mengatasi kesulitan rakyat,” ujat Jhonny L Tobing.
Ahmad Fauzan, selaku pengurus Pondok Pesantren Al Adalah mengungkapkan, bahwa pasca bencana tanah gerak yang berakibat longsor, pondoknya telah kehilangan 13 bangunan diantaranya asrama putra-putri, ruangan kelas, aula, laboratorium, fasilitas BLK, juga gedung tempat koperasi serta rumah tinggal pengasuh.
“Aktifitas kami sekarang beralih di fasilitas Ponpes Al Adalah 2 di Desa Capar. Sebagian dari santri, kami pulangkan selama menghadapi Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Fauzan.
Sementara Pimpinan dan Pengasuh KH Muhammad Tasripin Salim menyampaikan terima kasih atas kedatangan dan perhatian dari pengurus PPAD Pusat maupun Daerah yang dipimpin Brigjen TNI Purn Amin Syamsudin. (Dra)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *