Film ‘Laut Bercerita’ Siap Tayang 29 Oktober, Semarang Jadi Kota Pertama Roadshow

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – Film adaptasi novel karya Leila S. Chudori, Laut Bercerita, bersiap menyapa para penonton bioskop mulai 29 Oktober mendatang. Sebelum rilis secara nasional, tim produksi menggelar rangkaian roadshow dan pemutaran awal di beberapa kota, dengan Semarang sebagai kota pembuka pada Kamis, 22 Oktober 2026 di DP Mall Semarang.
Direktur Pal 8 Pictures, Budi Setyarso, mengungkapkan bahwa Semarang dipilih sebagai lokasi pertama karena memiliki tempat istimewa dalam proses pembuatan film ini. Sebagian besar pengambilan gambar berlangsung di Semarang dan sekitarnya.
“Semarang ini kota pertama, istimewa kenapa? Karena sebetulnya sebagian besar pengambilan gambar film itu ada di Semarang tahun lalu,” ujar Budi saat sesi wawancara. Ia menambahkan bahwa proses syuting juga dilakukan di Salatiga, Jakarta, dan Sukabumi.
Sebelum roadshow di Semarang, Laut Bercerita telah melakukan gala premiere dunia di Busan International Film Festival (BIFF) pada 11 Oktober, di mana film ini masuk dalam kompetisi utama. Gala premiere untuk Indonesia kemudian digelar di Jakarta pada 20 Oktober lalu.
Alasan dipilih Semarang Sebagai Lokasi Syuting
Sutradara film Laut Bercerita, Yosep Anggi Noen, menjelaskan alasan utama pemilihan Semarang sebagai lokasi syuting. Meski cerita dalam film berlatar di Yogyakarta dan Jakarta, Semarang dinilai memiliki visual dan arsitektur era 1990-an yang masih terjaga dengan baik.
“Preservasi bangunan-bangunan tua di Semarang itu cenderung bagus. Kunci film-making itu believability, yaitu dipercaya oleh penonton bahwa inilah sebuah kenyataan, termasuk lokasinya tampak nyata,” jelas Anggi.
Beberapa lokasi di Semarang yang digunakan antara lain area sekitar Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) yang disulap menjadi kawasan Tebet dan Jogja, bekas kawasan pertokoan Simpang Lima/SCJ untuk adegan demonstrasi, serta kawasan Pasar Johar.
Anggi juga mengapresiasi antusiasme warga lokal Semarang yang terlibat sebagai pemeran figuran. “Extras-extras dari Semarang juga sangat bersemangat untuk menjadi bagian dari film,” tambahnya.
Film Laut Bercerita berfokus pada dinamika persahabatan, perjuangan pemuda era 1990-an, dan ketabahan keluarga yang kehilangan anggotanya. Anggi menekankan bahwa di balik tema ketidakadilan, film ini mengusung pesan tentang harapan.
“Ini juga film tentang harapan. Harapan tentang sebuah bangsa yang harusnya menjadi lebih baik melalui contoh resiliensi sebuah keluarga yang masih terus-menerus punya harapan,” tegas Anggi.
Sementara itu, aktor Kevin Julio yang memerankan karakter Daniel Tumbuan membagikan kesannya selama proses syuting. Kebersamaan yang terjalin antar pemain tidak hanya terjadi di depan kamera, tetapi juga terbawa hingga ke kehidupan nyata.
“Solidaritas kebersamaan bersama kawan-kawan ini ternyata tidak putus di film saja. Sampai di kehidupan nyata masih ada,” kata Kevin. Ia berharap pesan moral dalam film dapat sampai dan menyentuh hati para penonton.
Sinopsis: Kisah Biru Laut dan Hilangnya Aktivis Mahasiswa
Cerita berpusat pada Biru Laut, seorang mahasiswa di Yogyakarta pada akhir 1990-an yang diperankan Reza Rahadian.
Laut gemar membaca dan berdiskusi. Bersama teman-temannya, ia bergabung dalam kelompok mahasiswa bernama Winatra. Kelompok ini memiliki cita-cita membangun Indonesia yang lebih demokratis.
Aktivitas mereka tidak berhenti pada diskusi buku. Mereka juga terlibat dalam gerakan mahasiswa, menyuarakan ketidakadilan, serta mendampingi masyarakat yang mengalami penindasan.
Namun, situasi politik yang represif membuat perjuangan tersebut semakin berbahaya.
Konflik meningkat ketika anggota kelompok mereka diburu aparat. Laut dan sejumlah rekannya kemudian mengalami penghilangan paksa.
Kisah ini tidak hanya mengikuti perjuangan para aktivis, tetapi juga penderitaan keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta tanpa memperoleh kepastian tentang nasib mereka.
Adik Laut, Asmara Jati, menjadi salah satu tokoh penting yang terus berusaha mencari jawaban tentang keberadaan kakaknya.
Inti cerita film ini adalah perjuangan mempertahankan idealisme, keberanian melawan ketidakadilan, serta hak keluarga untuk mengetahui kebenaran tentang orang-orang yang dihilangkan. (Psw)




