GIIAS Semarang 2026: BYD Andalkan M6 DM sebagai Solusi Transisi EV, Penjualan di Jateng Terus Naik

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – PT BYD Motor Indonesia memperkuat penetrasi pasar kendaraan elektrifikasi di Jawa Tengah dengan menghadirkan jajaran produk unggulan dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Rabu (30/9/2026).
Pameran otomotif terbesar di Jawa Tengah yang berlangsung hingga 4 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum BYD untuk menggenjot segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sekaligus menegaskan kesiapan fasilitas produksi lokal di Indonesia.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan bahwa kendati visi utama perusahaan berfokus pada kendaraan listrik berbasis baterai murni (full electric vehicle/EV), teknologi PHEV melalui varian Dual Mode (DM) menjadi jawaban atas tantangan transisi elektrifikasi, khususnya di luar kota-kota besar.
“Visi kami tetap pada kendaraan elektrifikasi penuh (EV). Namun dalam proses transisinya, infrastruktur pengecasan masih membutuhkan waktu pengembangan, terutama di luar kota besar. Karena itu, kami menghadirkan teknologi Dual Mode sebagai solusi transisi yang fleksibel,” ujar Luther.
Luther menjelaskan, teknologi M6 DM mengombinasikan performa dan pengalaman berkendara layaknya mobil listrik dengan fleksibilitas pengisian bahan bakar minyak (BBM). Hal ini memungkinkan kendaraan meregenerasi daya secara mandiri saat stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) belum tersedia di sepanjang rute perjalanan.
Pasar Jawa Tengah Merespons Positif
Langkah BYD menawarkan opsi teknologi yang adaptif ini mendapat sambutan positif di Jawa Tengah, terbukti dari tren penjualan yang terus meningkat. Menurut Luther, mayoritas konsumen di daerah menjadikan unit yang dibeli sebagai mobil utama harian. Oleh karena itu, keandalan unit, harga yang kompetitif, serta kelengkapan fitur keselamatan seperti ADAS (Advanced Driver Assistance System) menjadi pertimbangan utama.
Kapasitas Produksi dan Capaian TKDN
Guna memenuhi permintaan pasar domestik, BYD terus mematangkan operasional fasilitas produksi lokal di Indonesia. Pabrik perakitan tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun atau sekitar 12.000 unit per bulan.
Fasilitas ini disiapkan untuk merakit sejumlah model utama, antara lain M6 EV, M6 DM, serta Atto 3. Seluruh unit rakitan lokal tersebut telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Seluruh lini produk rakitan lokal kami sudah mengantongi TKDN di atas 40 persen, bahkan ada varian yang mencapai 47 persen. Ini membuktikan komitmen kami dalam menghadirkan produk buatan dalam negeri. Soal harga, penyesuaian produksi lokal tidak akan mengubah skema harga yang sudah kami tawarkan kepada konsumen,” kata Luther menegaskan. (Psw)






