KKRI Bekali Pelajar Cinta Tanah Air & Bela Negara

Semarang JavaMedia.Id– Korps Kadet Republik Indonesia, merupakan program pemerintah yang dalam hal ini diampu oleh Kementrian Pertahanan dengan melibatkan Kementrian Pendidikan, kementrian Dalam Negeri, Kementrian Agama dan melibatkan sejumlah instansi dalam rangka memberikan penguatan terhadap generasi muda, khususnya pelajar SLTA dan sederajat tentang Cinta Tanah Air dan Bela Negara.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Pusat Badan Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementrian Pertahanan RI, Brigjen TNI Luhut Marpaung saat pembukaan kegiatan Masterclass Roadshow Ekstrakurikuler KKRI di Kampus SMA Negeri 3 Semarang, Jumat (9/10/2026).

“KKRI ini bukan kegiatan militerisasi terhadap para pelajar, jadi bukan program militer masuk kampus. Hanya bagaimana membangun karakter pelajar agar memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, sehingga tumbuh rasa cinta tanah air, membangun semangat solidaritas dan toleran yang implikasinya untuk membangun peradaban Indonesia yang lebuh baik,” ujar Luhut Marpaung.

Para pengajarnya pun menurut Luhut, dari kalangan professional, seperti mahasiswa dan lulusan terbaik perguruan tinggi. “Rata-rata mereka punya kompetensi dan prestasi yang bisa dibanggakan sekaligus ditularkan pengalamannya,” pungkas Luhut.

Kegiatannya sendiri lebih banyak berupa forum dialog atau diskusi yang menampung ide maupun gagasan . Maka kegiatan di SMA Negeri 3 ini pun juga lebih menitikberatkan pada dialog yang interaktif.

Pentingnya membangun karakter pelajar ini salah satunya juga karena maraknya pelibatan pelajar ke dalam kegiatan yang kurang dapat dipertanggungjawabkan dan berpotensi mengganggu kemanan dan ketertiban masyarakat. Salah satunya adalah pelibatan pelajar dalam setiap aksi unjuk rasa yang berujung pada kerusuhan, penjarahan dan pembakaran fasilitas umum.

BACA JUGA :  PLN Jateng Sukses Amankan Sistem Kelistrikan Acara MTQ Nasional XXXI 2026

Banyaknya pelajar yang terjerumus ke dalam aksi brutal dan anarkis ini dikarenakan mereka belum memiliki kesadaran berbangsa yang baik. Mudah disulut dengan provokasi hingga akhirnya mengakibatkan kerugian negara.

Korps Kadet Republik Indonesia ini diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda bangsa untuk mencetak kualitas SDM yang unggul, punya karakter, budi pekerti dan berwawasan kebangsaan yang baik.

Bagi Luhut, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak hanya berkaitan dengan ancaman bersenjata atau militer yang bersifat fisik, melainkan juga ancaman non militer yang menyasar generasi muda bangsa yang berpotensi melemahkan ketahanan nasional.

Luhut menyebut, ancaman termasuk disinformasi, serangan ciber, penyalahgunaan narkoba judi online, intoleran, dan pengaruh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

“Kita harus siapkan, karena ancaman tersebut bergerak masuk secara diam-diam namun pasti. Bukan lagi melalui orang melainkan secara masiv melalui gadget atau media digital,” ungkap Jenderal Berbintang Satu ini.

Digitalisasi yang semakin masiv ini semakin membuka ruang penyebaran ancaman non militer, termasuk melalui penyebaran informasi palsu atau hoax untuk tujuan penggalangan di media sosial. Fakta yang ditemukan, terbukti dalam beberapa kasus seperti penggalangan kelompok Anarko yang selama ini bikin rusuh pada aksi-aksi demonstrasi.

Sementara Dr Kusno SPd MSi selaku Kabid Pendidikan SMA Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah mendukung kegiatan Masterclass Roadshow Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia yang menjadi program nasional dalam membina pelajar tingkat SLTA.

BACA JUGA :  229 Anak di Semarang dan Salatiga Ikuti Khitan Massal Pegadaian

Kusno memandang perlunya penanaman nilai-nilai kebangsaan dikalangan anak muda mengingat mereka adalah generasi yang akan menguasai masa depan. Maka perlu disiapkan generasi yang tangguh dan siap mengawal masa depan Indonesia dengan baik.

“Dinas Pendidikan yang digandeng oleh Kementrian Pertahanan RI dalam hal ini tentu sangat mendukung program baik ini. Dengan KKRI ini diharapkan akan menumbuhkan kesadaran pelajar akan rasa cinta tanah air, bela negara dan semangat toleransi dan kerjasama komponen bangsa,” papar Kusno didamping Kepala SMA Negeri 3 Semarang Rusmiyanto SPd MPd. (Rgr)

Bagikan :

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *