Luncurkan Program Healing, Distanak Jateng Siapkan Dokter Hewan Keliling Antisipasi Penyakit Ternak

Semarang, Javamedia.id – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah (Jateng) menyalurkan bantuan hijauan pakan ternak ke wilayah Pati yang terdampak bencana. Dikirim sebanyak 2,5 ton untuk mengatasi kekurangan pakan ternak di lokasi bencana. Hal ini dilakukan bersamaan dengan peluncuran program layanan kesehatan hewan keliling “Healing” di kompleks Tarubudaya Ungaran, Semarang, Kamis (12/2/2026).
Bencana yang terjadi di sejumlah daerah tidak hanya berdampak pada warga, tetapi juga hewan ternak milik masyarakat yang menjadi salah satu penopang kesejahteraan keluarga. “Untuk hewan yang masih sehat kita bantu dengan memberikan pakan karena biasanya di daerah terdampak bencana juga sulit menemukan pakan ternak. Sedangkan untuk hewan yang terkena penyakit akan dilayani melalui program Healing,” ungkap Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares yang juga akrab dipanggil Frans.
Adapun Program Healing adalah merupakan langkah respons cepat untuk mengantisipasi dan menangani penyakit ternak di lapangan. Secara rutin atau dua kali dalam sebulan, Tim Healing akan berkeliling di 35 kabupaten/kota.
Menurut Frans layanan Healing menjadi semangat baru karena petugas tidak lagi menunggu laporan. Petugas kesehatan hewan kini bisa lebih aktif mendatangi lokasi yang berpotensi muncul masalah kesehatan hewan, khususnya daerah yang baru terdampak bencana.
“Sekarang kita bisa menjemput potensi gejala penyakit yang mungkin muncul. Karena Tim Healing akan berkeliling membawa peralatan kesehatan hewan. Sehingga kalau ada masalah, bisa langsung ditangani di tempat,” kata Frans.

Peluncuran Program Healing Distanak Jawa Tengah
Distanak Jateng bahkan telah memetakan potensi sebaran penyakit ternak berdasarkan wilayah. Dari arah barat, potensi penyakit yang diwaspadai antara lain rabies, sementara dari arah timur diantisipasi ancaman antraks dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Pemetaan tentu sudah dilakukan, jadi tim sudah tahu apa yang harus dibawa dan disiapkan. Konsepnya seperti spot stop, kalau ada gejala langsung ditangani supaya tidak berkembang lebih luas dan mempengaruhi populasi ternak,” jelasnya.
Kendati demikian, saat ini Distanak Jateng baru memiliki satu unit mobil layanan healing yang bakal berkeliling 35 kabupaten/kota secara bergantian selama dua kali sebulan. Namun, pihaknya memastikan jumlahnya akan ditambah menyesuaikan luas wilayah dan cakupan pelayanan.
“Tentu nanti akan ditambah. Karena potensi ternak yang harus dipantau kesehatannya ada sekitar 5,2 juta ekor, terutama sapi dan kambing yang rentan terhadap berbagai penyakit. Ini perlu dukungan operasional dan mobilitas yang lebih kuat,” ucapnya.
Melalui program Healing, Distanak Jateng berharap penyebaran penyakit dapat ditekan sedini mungkin. Sehingga populasi ternak tetap terjaga dan suplai untuk mendukung kesejahteraan masyarakat tidak terganggu. (Psw)






