Gerak Tari Langen Matoyo Peringati Debut Yoyok Setengah Abad Menari

Semarang JavaMedia. id – Dalam dunia tari tradisional dan kontenporer Indonesia, nama Yoyok Bambang Priyambodo cukup dikenal sebagai maestro tari yang mendedikasikan setengah abad lebih hidupnya untuk menari dan nguri-uri budaya.

Sejak anak-anak, sekitar tahun 1970an, nama Yoyok kecil sudah dikenal sebagai penari cilik yang berbakat dan melekat dalam Sanggar Kusuma Budaya yang dibentuk oleh keluarga besarnya di Semarang.

Sejak kecil Yoyok melangalang buana melalui gerak tari hingga masuk di kawah candra dimukanya seni budaya Jawa di lingkungan Keraton Surakarta. Yoyok sangat eksis dalam dunia tari sejak kanak-kanan hingga sekarang, tepat pada 25 April 2026 ini usianya mencapai 60 tahun.

Tak ada hiruk pikuk perayaan umumnya ulang tahun golongan hedon, Yoyok justru mengekspresikannya dalam bentuk tarian yang lahir dari hati dan pergulatan batinnya. Yoyok memperingatinya dengan menggelar beberapa kegiatan berupa Seblak Sampur IX sekaligus memperingatu Ulang Tahun Ke-35 Sanggar Tari Greget yang dibentuknya melanjutkan rintisan sanggar keluarga besarnya sejak bernama Sanggar Kusuma Budaya di tahun 1972 dan Sanggar Tari Geget Wilang di tahun 1982. Sedangkan Greget yang kini eksis ditangani Yoyok Bambang Priyambodo bersama putra dan putrinya dimulai 1992.

Seblak Sampur adalah tradisi menari bersama para murid dan pengasuh sanggar. Baik mereka yang masih aktif atau alumni, umumnya hadir pada pertemuan yang bisa dianggap reuni ini. Mereka berbekal selendang menari bersama sebagai bentuk ‘manghayu bagya’ dan silaturahmi.

Ada sekitar 200 penari, bahkan lebih menari bersama Yoyok Bambang Priyambodo. Ini sudah berlangsun bertahun-tahun ketiga Greget berulang tahun. Namun yang istimewa kali ini, tentu karena tarian ini juga dipersembahkan bagi Sang Maestro yang berulang tahun ke-60.

Tak hanya tari, Yoyok tampaknya juga ingin ajang silaturahmi ini memiliki makna besar dan menghasilkan rekomendasi untuk kelangsungan pelestarian seni budaya, khususnya tari dengan menggelar diskusi yang melipatkan para Empu Tari dengan Pemilik dan Penggerak Sanggar Tari di Jawa Tengah.

“Kita ingin adanya satu krenteg untuk menyemangati pelestarian seni dan budaya tari di Jawa Tengah ini. Tentunya kita dorong agar pemerintah hadir di tengah upaya pelestarian, sehingga ini juga akan mendorong pemberdayaan pelaku seni, khususnya sanggar tari yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah. Mumpung Presiden dan Menterinya baru, maka kita support dan dorong keberpihakan mereka terhadap pelestarian dan keberlangsungan seni budaya kita,” ujar Yoyok Bambang Priyambodo di Sanggar Tari Greget Jl. Pamularsih Semarang, Sabtu (25/4/2026).

Usai Seblak Sampur yang dibeari tema ‘Langen Matoyo’, juga digelar sarasehan mengangkat tema ‘Dinamika Sangkarang Tari Masa Sekarang Ini’. Nara sumbernya dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata & Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah dan Dr Srihadi MHum.

“Kami ingin melalui sarasehan ini, kita dapat mengidentifikasi tantangan yang dihadapi sanggar tari saat ini, sehingga dapat menggali strategi bertahan dan berkembang demi kelanjutan dan kelestarian budaya. Ini juga bertujuan untuk menguatkan peran sanggar dalam Pendidikan karakter dan pelestarian budaya,” papar Yoyok.

Maestro tari yang acap mengenalkan tari tradisional di kancah internasional, seperti yang baru lalu di Jepang ini berharap adanya ruang ekplorasi dan apresiasi seni tari di kota-kota besar Indonesia yang memberi ruang kebebasan untuk berekspresi bagi sanggar-sanggar tari.

“Panggung-panggung, bahkan gedung pertunjukan kini banyak, bahkan sangat luar biasa. Namun semua itu belum bisa menjadi milik seniman tari. Dimana untuk tampil di sana masih tersekat oleh birokrasi dan transaksional. Sehingga ini sangat menghambat apresiasi dan sosialisasi dengan publik,” tambah Yoyok.

Semua berharap, dalam upaya pelestarian seni dan budaya pemerintah dapat hadir dam memberikan support yang sepenuhnya, sehingga seni budaya dapat berdaulat di negeri sendiri. (Gam)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *