Stop Kekerasan Di Atas Panggung Hiburan Dangdut

Semarang JavaMedia.Id – Panggung hiburan musik masih rentan terhadap tindak kekerasan, seperti perkelahian yang melibatkan massa. Baik massa antar penonton, maupun penonton dengan musisi, bahkan artis. Sebagaimana kasus yang terjadi di Kota Blora beberapa waktu lalu, dimana perkelahian yang diawali kesalah pahaman terjadi di panggung antara penonton yang mengakibatkan korban di pihak musisi. Hal ini memicu kepihatinan sejumlah tokoh musisi Dangdut di Jawa Tengah, diantaranya H Santoso, Soleh Akbar dan sejumlah musisi lainnya.
H Santoso yang belum lama ini terpilih sebagai Ketua DPD Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Jawa Tengah mengharap panggung hiburan musik bersih dari segala tindak kekerasan, pelecehan hingga kriminalitas lainnya. Oleh karenanya perlu ada kesadaran semua pihak yang berada dan terlibat di dalam perhelatan hiburan untuk menjaga ketertiban dan keamanan bersama.
“Pihak penyelenggara hiburan harus selalu melibatkan aparat keamanan, dalam hal ini Polri untuk menjamin keamanan selama pertunjukan atau hiburan berlangsung. Tentunya ini juga tak bisa diserahkan para aparat keamanan saja, masyarakat juga ikut mendukung terciptanya kondisi aman dan nyaman. Seniman atau musisi yang tampil menghibur juga harus mendapatkan prioritas keamanan. Termasuk pula para artis pengisi harus dijamin keamanannya. Intinya panggung harus steril dari potensi gangguan,” harap H Santoso kepada insan media di Semarang, Sabtu (13/6/2026).
Terkait yang terjadi di Blora, H Santoso meminta para seniman dan musisi agar dapat menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan yang telah sigap menangani dan memediasi penyelesaian.
Sementara musisi senior Semarang, Sholeh Akbar berharap disetiap pelaksanaan panggung hiburan ada koordinasi antara penyelenggara dengan pihak keamanan. Bila perlu ada pengamanan khusus yang mengamankan panggung. Kejadian keributan di panggung hiburan ini dampaknya bisa mendatangkan kerugian besar, selain materiil juga dapat mengancam keselamatan jiwa para musisi atau pekerja panggung.
“Di panggung ini juga terdapat peralatan atau perlengkapan yang nilainya cukup besar, seperti peralatan musik, lighting dan sound system. Semua ini perlu diamankan dari kerusakan akibat keributan. Jadi mohon pengertian dan kesadaran semua pihak, agar jangan menjadikan panggung hiburan menjadi ajang kekerasan,” pesan Sholeh Akbar, pencipta lagu dan pelantun lagu ‘TKW’.
H Santoso dan Sholeh Akbar percaya, kasus ini segera selesai setelah aparat keamanan berupaya menyelesaikan dengan memediasi semua pihak yang terlibat.
“Yang saya dengar dari beberapa sumber yang kami minta keterangannya, kejadiannya dari hal sepele yaitu kesalah pahaman. Kami harap ini tidak akan terus berlanjut setelah semua pihak saling menyadari dan memaafkan. Semoga ini tak akan terjadi dan terulang kembali,” tegas H Santoso, yang sedang menyiapkan kegiatan Pelantikan Ketua DPD PAMDI Jawa Tengah oleh Ketua Umum DPP PAMDI, H Rhoma Irama bulan depan. (Rgr)






