Persiapkan Masa Pensiun, Purna Tugas PLN ‘Berguru’ Bisnis Budidaya Kambing di Nio Farm

Semarang, Javamedia.id – Puluhan calon purnatugas PT PLN (Persero) menyiapkan strategi produktif menjelang masa pensiun dengan membidik sektor peternakan. Bekerja sama dengan Fresh Consultant, para peserta melakukan kunjungan lapangan (field visit) ke Neofarm Semarang untuk mendalami tata kelola bisnis kambing perah dari hulu hingga hilir.

Nio Farm adalah sebuah usaha peternakan penghasil susu kambing yang berlokasi di Jl. Kyai H. Thohir No. 90, Kel. Penggaron Kidul, Kec. Pedurungan, Kota Semarang. Selain fokus pada produksi hasil ternak, Nio Farm juga berkembang menjadi pusat edukasi wirausaha dan destinasi wisata edukasi bagi pelajar.

Hamzah, selaku pemilik Neofarm, menjelaskan bahwa ketertarikan peserta pada budidaya kambing perah didorong oleh peluang pasarnya yang terus tumbuh. Untuk menjaga kualitas produksi, Neofarm fokus mengembangbiakkan jenis kambing tertentu. Jenis Kambing yang dikembangbiakkan untuk menghasilkan susu di Neofarm diantaranya adalah jenis Saanen dan Sapera yang berasal dari Swiss dan India.

Susu kambing yang diproduksi memiliki nilai jual tinggi karena manfaat kesehatannya, seperti membantu pengobatan penyakit paru-paru (TBC dan asma), menurunkan tekanan darah, hingga menjaga kesehatan pencernaan.

IMGDalam pembekalan ini, Hamzah memastikan para pensiunan tidak hanya diajarkan cara memelihara hewan, tetapi juga cara membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

“Kegiatan hari ini adalah pembekalan purna tugas PLN. Salah satu ketertarikan para peserta ini ada di peternakan kambing. Mereka datang untuk mengetahui bagaimana cara budidaya yang baik dan benar sebagai persiapan memulai usaha baru,” ujar Hamzah di lokasi peternakannya di wilayah Pedurungan, Kota Semarang.

“Selama kunjungan, para peserta diajarkan teknik-teknik dasar yang krusial dalam pemeliharaan kambing, antara lain Manajemen pakan atau Teknik pembuatan dan pemberian pakan yang tepat. Kemudian Standarisasi Kandang, yaitu bagaimana Menentukan ukuran kandang yang ideal serta menjaga kebersihannya. Setelah itu mereka mendapatkan materi tentang Perawatan Hewan, Praktik langsung memerah susu, memotong kuku, hingga memandikan kambing.” Ungkap Hamzah.

Ia juga menekankan pentingnya memahami kebutuhan pasar daripada sekadar mengikuti tren. “Strateginya adalah membuat produk yang disukai dan dibutuhkan masyarakat. Saat orang butuh, otomatis mereka akan beli. Suka belum tentu beli, tapi kalau butuh pasti beli,” katanya.

Salah satu peserta, Ibu Syuulce, sengaja datang jauh-jauh dari Jayapura, Papua, bersama suaminya untuk mendalami budidaya ini. Bagi Yulce, pelatihan di Neofarm adalah kunci untuk membuka peluang bisnis yang selama ini belum terjamah di kota asalnya.

“Di Jayapura belum ada peternakan kambing perah, yang ada hanya kambing potong (daging),” ungkap Syuulce di sela-sela kegiatannya. Selama ini, masyarakat di Papua harus mengandalkan produk susu kambing kemasan yang dikirim langsung dari Pulau Jawa. Kondisi inilah yang ia tangkap sebagai peluang emas untuk menjadi pionir produsen susu kambing segar di Jayapura.

Selain menjadi wadah pembekalan bisnis bagi pensiunan atau calon wirausaha, Neofarm kini juga bertransformasi menjadi destinasi wisata edukasi bagi anak-anak sekolah. Dengan koleksi sekitar 200 ekor kambing berkualitas unggul, Neofarm menawarkan paket edukasi yang menarik.

Bagi sekolah yang berminat, Neofarm menyediakan fasilitas lengkap mulai dari pemandu, berbagai permainan (games), hingga pertunjukan pantomim untuk menghibur siswa. Biaya yang dipatok cukup terjangkau, berkisar antara Rp35.000 hingga Rp50.000 per anak, tergantung pada paket yang dipilih.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kunjungan edukasi atau kemitraan bisnis, masyarakat dapat menghubungi Neofarm melalui WhatsApp 0817-449-934 atau Instagram @neofarm_ atau bisa langsung datang ke lokasi peternakan Nio Farm. (Psw).

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *