Wartawan ‘Similikiti’ Telah Berpulang

Semarang, Javamedia.id – Nama ‘Similikiti’ di kalangan wartawan Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang melekat pada sosok pria yang lihai bergaul, Ali Arifin Muhlis.

Pria yang mulai aktif di bidang kepenulisan media di awal 1990an sebagai penulis lepas di Harian Suara Merdeka ini cukup dikenal di kalangan media sebagai wartawan yang supel dan ceriwis bertanya. Maka kawan-kawan dekatnya menjuluki Si Similikiti.

Kabar duka kepulangannya pada Rabu, (15/7/2026) pukul 00.30 WIB cukup menghentak perasaan rekan sejawat maupun naras umber yang mengenalnya cukup dekat.

Taka da yang mengira Ali Arifin Muhlis pulang begitu cepat dan mendadak. Chandra AN, sahabat karibnya mengungkapkan, selama hidup Ali Arifin dikenalnya sangat supel dan tak pernah menyampaikan keluhan.

“Terakhir bertemu di acara hajatan rekan wartawan menikahkan putrinya di Masjid Agung Jawa Tengah. Saat itu, almarhum tampak sumringah dan minta difoto bersama rekan-rekan lain. Seperti biasa dia selalu bercanda dan sempat memberi lembaran Rp 100 ribu kepada saya yang katanya uang apresiasi telah memotretnya,” ujar Chandra AN yang dikenal sebagai Pewarta Foto atau fotografer.

Kawan karib semua baru sadar, bahwa perilaku Ali Arifin kala itu sebagai pertanda ‘pamitan’. Sunarto, mantan Wartawan Harian Sore Wawasan bahkan merasa sangat kehilangan partner yang sangat dekat meliput semua kegiatan di Masjid Agung Jawa Tengah, MUI dan Dewan Masjid Jateng.

Pengurus MUI Jateng, KH Drs Multazam dalam sambutan pemberangkatan jenazah saat menjelang dimakamkan, mengungkap rasa kehilangan. “Sosok Ali Arifin ini sangat aktif membantu pemberitaan MUI, Dewan Masjid, Masjid Agung Jawa Tengah hingga kegiatan yang ada di Masjid Raya Baiturraahman. Tidak ada yang menyangka kita semua kehilangan sosok yang banyak membantu pemberitaan dengan begitu cepatnya. Kami juga tak pernah menerima kabar almarhum sakit sebelumnya,” ujar KH Multazam.

Ali Arifin Muhlis setelah mengawali karier jurnalistik sebagai penulis lepas di Suara Merdeka, kemudian bergabung resmi sebagai wartawan dan pernah berdinas di wilayah Perwakilan atau Biro Solo dan selanjutnya kembali ke Semarang dengan liputan di lingkungan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah.

Menurut Alvin, putra keduanya, ayahnya terakhir mengeluh sesak nafas dan diantarnya ke RS Colombia Semarang. “Papa hanya mengaku sesak nafas, namun setelah diperiksa dokter diketahui paru-parunya sudah penuh cairan. Diagnosa lain menyatakan ada gangguan di jantung dan ginjalnya. Tepat pukul 00.30 WIB papa menghembuskan nafasnya yang terakhir,” ujar Alvin di rumah duka, Jl. Mendut Kalipancur Semarang, Rabu (15/7/2026).

Jenasah Ali Arifin Muhlis dikebumikan di pemakaman Raudotul Jannah Gunungpati Semarang. “Ini sesuai amanat Papa, sebelumnya pernah mengatakan bila meninggal ingin dimakamkan di Gunungpati,” ujar Alvin.
Selamat jalan. (Rgr)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *