Lestarikan Budaya di Era Digital, UNNES Gelar Festival dan Lomba Dolanan Anak 2026

SEMARANG, Javamedia.id – Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menggelar Festival dan Lomba Dolanan Anak untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Semarang pada tahun 2026 ini. Kegiatan yang diinisiasi sebagai bagian dari perwujudan pilar konservasi seni dan budaya UNNES tersebut diselenggarakan di kawasan Kampung Budaya UNNES dan diproyeksikan menjadi agenda tahunan universitas.

Kepala Sub Direktorat Konservasi UNNES sekaligus Ketua Panitia Festival Dolanan Anak 2026, Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., menyampaikan bahwa festival ini digelar sebagai bentuk komitmen nyata UNNES dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kelestarian tradisi, selaras dengan visi universitas sebagai kampus konservasi bereputasi internasional.

“Salah satu dari tiga pilar konservasi UNNES adalah seni dan budaya. Melalui festival dolanan anak ini, kami berupaya mengenalkan kembali nilai-nilai luhur dan filosofi budaya kepada anak-anak sekolah,” ujar Prof. Dr. Nana Kariada di sela-sela acara.

IMGDiikuti 16 Sekolah
Festival tahun ini sukses diikuti oleh 16 SD dari berbagai wilayah di Kota Semarang. Penyelenggaraan kali ini sengaja dirancang untuk meminimalkan dampak negatif ketergantungan gawai (gadget) pada anak usia dini, sejalan dengan regulasi pemerintah yang membatasi penggunaan gawai tertentu bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Melalui ruang interaksi fisik ini, anak-anak diharapkan dapat mengasah kreativitas, sportivitas, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang mulai pudar di era digital.

“Kami ingin anak-anak tidak asyik dengan gadget-nya sendiri. Melalui dolanan anak, mereka belajar kembali cara berinteraksi dengan teman sebaya dan membangun penguatan nilai karakter,” tambah Prof. Dr. Nana Kariada.

Wajib Berbahasa Jawa Ngoko
Salah satu keunikan yang menjadi sorotan media dalam festival tahun ini adalah aturan mengenai penggunaan bahasa pengantar. Selama perlombaan dolanan anak berlangsung, seluruh peserta diwajibkan menggunakan bahasa Jawa, khususnya ragam ngoko,  sebagai upaya konkret melestarikan bahasa ibu di lingkungan generasi muda.

Selain festival dolanan anak yang berlangsung hingga siang hari, acara dilanjutkan hingga sore hari dengan agenda Festival Folklore. Pada sesi sore, para mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES turut unjuk gigi menampilkan kekayaan folklore dari berbagai daerah, mulai dari pertunjukan cerita rakyat, pameran seni, baju adat seperti kebaya dan lurik, hingga festival kuliner tradisional dari seluruh Indonesia.

IMGBerbeda dari tahun sebelumnya yang didominasi oleh cabang olahraga tradisional di bawah naungan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), tahun ini Sub Direktorat Konservasi UNNES mengemas acara dengan variasi seni budaya yang lebih luas. Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat dua skema permainan yang dihadirkan, yaitu kategori lomba dan wahana eksibisi.

Kategori yang Dilombakan yaitu Lomba Ketapel (Plinthengan). Perlombaan ini dinilai dari akurasi membidik sasaran yang dibagi ke dalam tiga nomor kejuaraan, yaitu Tunggal Putra, Tunggal Putri, dan Ganda. Kemudian yang kedua Lomba Folklor yaitu Perlombaan pertunjukan seni tutur, gerak, dan suara tradisional (nembang).

IMGUntuk kategori Wahana Dolanan Eksibisi (Non-Lomba) Panitia menyediakan berbagai fasilitas dolanan tradisional gratis yang bebas dimainkan oleh anak-anak di sekitar lokasi acara, seperti egrang, dakon (congklak), lompat tali, engklek  hingga bakiak.

Guna menjaga mutu dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri yang kompeten di bidangnya, di antaranya Prof. Supriyantoro, praktisi seni Bintang Hanggoro, serta Bu Ucik dari FBS UNNES. Terdapat lima indikator utama dalam penilaian lomba, yaitu kekompakan tim, ekspresi, penghayatan, kreativitas, dan originalitas penampilan.

Pihak universitas telah menyiapkan apresiasi berupa uang pembinaan (rupiah), sertifikat penghargaan, serta piala tetap bagi para pemenang Juara 1 hingga Juara 3 untuk setiap kategori yang dilombakan. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *