Unik! Tak Hanya Emas, Warga Jateng-DIY Gadai Gamelan hingga Traktor ke Pegadaian

SEMARANG, Javamedia.id — Pegadaian Kanwil Semarang mencatat fenomena menarik dalam tren gadai masyarakat Jawa Tengah dan DIY. Tidak hanya menggadaikan emas atau barang elektronik, sejumlah warga di wilayah tersebut kedapatan menggadaikan barang-barang unik—mulai dari satu set gamelan di Solo hingga traktor dan pompa air di daerah pertanian seperti Brebes—sebagai solusi cepat mendapatkan dana segar.
Deputi Operasional Pegadaian Kanwil XI Semarang, Andriansyah, mengungkapkan bahwa fenomena jaminan unik ini lahir dari fleksibilitas pihak Pegadaian dalam merespons kebutuhan lokal yang beragam di tiap daerah.
“Yang paling unik itu kalau kita di daerah Solo itu ada namanya gamelan. Gamelan kita juga ada (terima). Kemudian di daerah-daerah tertentu masih ada masyarakat yang menggadaikan pompa air hingga traktor. Itu masih banyak di daerah kita, biasa di daerah Brebes untuk hasil pertanian,” ujar Andriansyah.
Meski barang-barang kearifan lokal dan alat pertanian tersebut kerap hiasi ruang simpan Pegadaian, Andriansyah menegaskan bahwa emas tetap menjadi primadona utama masyarakat karena sifatnya yang sangat likuid. Proses penaksiran hingga pencairan dana untuk jaminan emas tergolong sangat singkat, yakni hanya memakan waktu sekitar 15 menit.
Tren aktivitas gadai emas sendiri diakui terus merangkak naik dari hari ke hari (day-to-day). Kenaikan ini salah satunya dipicu oleh momen tahun ajaran baru sekolah, di mana para orang tua berbondong-bondong mencari modal untuk biaya pendidikan anak. Melalui skema gadai, masyarakat bisa mendapatkan dana segar dengan cepat dan mengambil kembali aset emas mereka setelah memiliki dana tebusan.
Di sisi lain, selain menjadi solusi dana darurat, emas juga dipandang masyarakat sebagai instrumen investasi jangka panjang yang aman (safe haven) di tengah fluktuasi ekonomi global. Pihak Pegadaian Kanwil Semarang pun terus gencar melakukan edukasi investasi emas, khususnya menyasar generasi muda seperti milenial dan Gen Z agar lebih melek finansial.
Pegadaian menegaskan berkomitmen untuk terus bersikap inklusif bagi seluruh lapisan ekonomi. Komitmen ini dibuktikan dengan tersedianya nilai pinjaman minimal yang sangat terjangkau bagi masyarakat kecil.
“Kita memang melayani masyarakat dari semua sektor. Dari yang paling kecil, sekarang minimal uang pinjaman Rp50.000 itu ada, sampai dengan yang besar pun kita juga layani,” pungkas Andriansyah. (Psw)






