Perkuat Sektor Intelijen, Kejati Jateng Lantik Andhie Fajar Arianto Jadi Asintel

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – Langkah penguatan fungsi intelijen dan deteksi dini di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah resmi bergulir. Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Waito Wongateleng, SH, MH, memimpin langsung pelantikan dan serah terima jabatan Dr. Andhie Fajar Arianto, SH, MH sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Jateng yang baru di Kantor Kejati Jateng, Kota Semarang, Kamis (8/10).

Selain jabatan Asintel, prosesi rotasi pejabat eselon III tersebut juga melantik Edi Winarko, SH, MH sebagai Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Jateng, serta Sulasman, SH, MH yang resmi mengambil sumpah jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarnegara.

Dalam amanatnya, Wakajati Jateng Waito Wongateleng menegaskan bahwa perombakan struktur di tubuh Kejaksaan bukan sekadar agenda rutin seremonial, melainkan penyerahan amanah dan tanggung jawab besar dalam menjaga kewibawaan institusi.

“Pelantikan bukan sekadar pergantian nama dan jabatan pada sebuah struktur organisasi. Pelantikan adalah penyerahan kepercayaan, penyerahan tanggung jawab, dan yang paling penting adalah penyerahan amanah,” tegas Waito.

Secara khusus, Wakajati memberikan instruksi tajam kepada Asintel yang baru dilantik, Dr. Andhie Fajar Arianto, untuk segera mengakselerasi kemampuan deteksi dan peringatan dini. Intelijen Kejaksaan diminta bergerak cepat dalam merespons dinamika situasi serta memetakan berbagai potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas penegakan hukum.

Waito menekankan agar jajaran intelijen mampu membangun jejaring komunikasi serta koordinasi yang luas dan solid. Menurutnya, jajaran intelijen harus benar-benar menjalankan peran vitalnya sebagai ‘mata dan telinga’ pimpinan demi menyuplai data serta informasi yang presisi dalam pengambil kebijakan.

BACA JUGA :  Dari Piring Makan Lahir Mimpi Indonesia Emas, Jambore Detektif Pangan Cetak Agen Perubahan Cilik di Semarang

Tak hanya sektor intelijen, penekanan juga disampaikan kepada Aswas Edi Winarko untuk menjadikan bidang pengawasan sebagai instrumen pendorong integritas tanpa toleransi terhadap pelanggaran disiplin. Pengawasan diminta bekerja objektif, proporsional, dan berkeadilan guna membangun budaya kerja yang sehat.

Sementara kepada Kajari Banjarnegara Sulasman, Wakajati meminta agar segera melakukan konsolidasi internal serta tampil sebagai pemimpin yang memberikan keteladanan dan selalu hadir saat jajaran membutuhkan arahan.

Menutup arahannya, Waito mengingatkan seluruh jajaran di wilayah hukum Kejati Jateng agar segera beradaptasi dan bekerja tanpa menunda waktu. Ia meminta soliditas internal terus diperkuat sebagai fondasi utama dalam menjaga marwah dan integritas korps Adhyaksa.

“Segera pelajari, pahami, petakan permasalahan, lakukan mitigasi, dan segera bekerja. Organisasi tidak boleh berhenti hanya karena pergantian pejabat. Jabatan adalah amanah, jalankan dengan moral agar kehormatan institusi senantiasa terjaga,” pungkasnya. (Psw)

Bagikan :

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *