Yayasan Khoja Fondasi Terbentuk Payungi Budaya Keturunan Gujarat

Semarang JavaMedia.Id – Komunitas Budaya Khoja Semarang secara resmi telah mendirikan Yayasan Khoja Fondasi sebagai langkah keseriusannya membangun komunitas yang serius dalam melestarikan budaya masyarakat keturunan Gujarat atau yang lebih dikenal Khoja di Kota Semarang.

M Sholeh Djaelani selaku Ketua Komunitas Budaya Khoja Semarang (Khojas) dan sekaligus Ketua Yayasan Khoja Fondasi, Kamis (18/12/2025) mengatakan langkah mendirikan yayasan ini merupakan keseriusan dalam memayungi eksistensi masyarakat keturunan Gujarat atau Khoja yang telah berkembang melalui asimilasi di Kota Semarang.

“Kami terdorong serius dengan membentuk yayasan setelah selama ini mendapat kepercayaan dari Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Semarang sebagai salah satu komunitas yang dilibatkan secara aktif di forum-forum seni dan kebudayaan yang digelar di Kota Semarang. Kami kini berdiri sejajar dengan Komunitas Etnik Pecinan, Kampung Melayu dan Kampung Semarang Kuno Kauman,” ujar M Sholeh Djaelani didampingi Penasehat Khojas A Mughni dan Zubeir Hawari di Semarang.

Tentang apa yang akan diperbuat setelah terbentuknya Yayasan Khoja Fondasi, menurut M Sholeh Djaelani salah satunya adalah mengumpulkan dan menyatukan masyarakat keturunan Khoja di Semarang, bahkan termasuk yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah.

“Kita perlu satukan tekad untuk mengoptimalkan kirah bagi Kota Semarang dan kota-kota lain, baik dari aspek seni budaya maupun sosial ekonomi. Selain itu kita juga memiliki tanggungjawab menggali kembali warisan budaya nenek moyang yang pernah mewarnai Kota Semarang namun kini lenyap karena tidak lagi diuri-uri atau dilestarikan. Salah satunya adalah warisan kuliner,” ujar M Sholeh Djaelani.

Annisa Dewi, Biro Wanita dan UMKM Khojas menambahkan bahwa banyak warisan budaya Khoja yang lenyap bagai ditelah bumi karena terputusnya generasi yang peduli. “Dengan adanya Yayasan Khoja Fondasi kita jadi lebih kuat untuk melakukan upaya-upaya penyelamatan dan pelestarian segala aspek tentang Khoja. Kami secara aktif akan melakukan edukasi terhadap anak-anak muda dalam hal membuat makanan atau kuliner khas Khoja. Bagaimana mengangkat kembali baju khas Khoja, tradisi dan mempopulerkan Bahasa Khoja yang pernah digunakan masyarakat di Semarang,” ujar Annisa Dewi.

Zubeir hawari menandaskan bahwa Khoja Semarang memiliki tradisi budaya yang khas namun kini hanya jadi konsumsi kalangan kecil yakni masyarakat sekitar Pekojan, khususnya Kampung Begog atau Petolongan. “Nama Pekojan sendiri mestinya sebagai identitas wilayah yang banyak dihuni etnis Khoja atau masih keturunan India Muslim (Gujarat). Namun kini lebih dikenal sebagai wilayah ‘Pecinan’, karena letaknya memang berdekatan dengan Pecinan.  Salah satu seni yang kini masih bertahan adalah Seni Terbangan Khas Khoja yang dimotori Persatuan Majelis Muslimin (PMM) Petolongan. Seni Terbangan ini biasa untuk mengarak pengantin, sunatan dan event lainnya untuk kemeriahan. Semoga dengan adanya Yayasan Khoja Fondasi ini mampu menjembatani kepentingan Komunitas Budaya dengan Pemerintah Daerah secara kesinambungan,” ujar Zubeir Hawari. (DNC)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *