“Ramadan bareng Tring” di Yogyakarta, Dorong Ekspansi Pasar Investasi Emas

YOGYAKARTA , Javamedia.id – PT Pegadaian menggelar program aktivasi bertajuk “Ramadan bareng Tring” di Pakuwon Mall Yogyakarta pada 7–8 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat Brand Awareness, memperluas pemasaran produk investasi emas, sekaligus mempercepat adopsi layanan digital melalui aplikasi Tring di Wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Selain di Yogyakarta, Ramadan Bareng Tring juga digelar di berbagai kota di Indonesia. Untuk periode 28 Februari sampai 1 Maret 2026, acara berlangsung di Sun Plaza Medan, Mall SKA, Mall Panakkukang, Tunjungan Plaza 3, serta Mega Mall Manado. Sementara pada periode 7-8 Maret 2026, kegiatan juga digelar di PSCC Icon Mall, Living World Denpasar, Trans Studio Mall Bandung. Adapun penutup rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 14-15 Maret 2026 di Gaia Mall Pontianak.
Dalam kegiatan tersebut, Pegadaian mengkombinasikan program edukasi investasi dengan berbagai aktivitas publik seperti bazar UMKM, lomba busana muslim, lelang emas dengan harga khusus, games seru serta sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan, Pegadaian memberikan santunan kepada panti asuhan bumi damai Yogyakarta dan untuk menutup kegiatan tersebut ada hiburan musik.
Pendekatan ini sekaligus menjadi strategi experiential marketing perusahaan untuk memperkuat engagement dengan masyarakat serta meningkatkan awareness terhadap produk investasi emas Pegadaian.
Ali menambahkan, Pegadaian juga mulai mengarahkan strategi pengembangan nasabah pada kelompok generasi Z yang dinilai memiliki potensi besar sebagai investor masa depan.
Deputy Operasional Pegadaian Kanwil XI Semarang, Ali Mustaat mengatakan bahwa, kegiatan tersebut dirancang sebagai platform edukasi finansial yang dikemas dalam format hiburan untuk menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda.
Menurutnya, Pegadaian melihat potensi pertumbuhan investor emas ritel yang masih sangat besar, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melindungi nilai aset dari inflasi.
“Emas merupakan instrumen lindung nilai yang relatif stabil. Walaupun bukan investasi yang memberikan keuntungan instan, emas mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Melalui aplikasi Tring, masyarakat kini dapat memulai investasi emas dengan nominal yang relatif terjangkau.
“Melalui platform digital kami, masyarakat bisa menabung emas mulai dari Rp10 ribu. Hal ini membuka akses investasi yang lebih inklusif, terutama bagi generasi muda,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terlihat dari tingginya jumlah pengunjung yang datang untuk berkonsultasi terkait investasi emas maupun mengikuti berbagai rangkaian acara.
Untuk memperkuat daya tarik acara, Pegadaian juga menghadirkan penampilan musisi nasional Marcello Tahitoe atau Ello sebagai bagian dari rangkaian program hiburan.
Sementara itu, Kepala Departemen Bisnis Support Pegadaian Kanwil XI Semarang, Tyas Ari Hidayat, menyampaikan bahwa tren investasi emas di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Ia mencatat bahwa dalam periode 1–6 Maret 2026, volume transaksi produk cicil emas dan tabungan emas mengalami peningkatan signifikan. “Dalam enam hari pertama bulan Maret, tercatat penambahan volume investasi emas sekitar 5,7 kilogram di wilayah Jateng dan DIY. Ini menjadi indikator kuat bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat,” ujarnya.
Pegadaian optimistis momentum Ramadan dan menjelang Lebaran dapat mendorong peningkatan transaksi investasi emas sekaligus memperluas basis pengguna layanan digital perusahaan di wilayah tersebut. (Psw)






