Ilmuwan UI Temukan Spesies Bakteri Asli Jawa di Geiser Cisolok, Berpotensi Guncang Dunia Bioteknologi

Javamedia.id – Tim peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berhasil menemukan spesies bakteri baru tangguh pencinta panas (termofilik) yang diisolasi langsung dari Geiser Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat. Penemuan mikroba asli Pulau Jawa bernama Thermus javaensis sp. nov. ini resmi dipublikasikan secara internasional pada Mei 2026 dan diprediksi bakal mengguncang lanskap bioteknologi serta kemandirian medis dunia.

Penemuan monumental ini telah resmi dimuat dalam International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology, yang merupakan jurnal ilmiah paling bergengsi di dunia untuk urusan klasifikasi dan taksonomi mikroba.

Salah satu peneliti sekaligus ilmuwan mikrobiologi UI, Prof Wellyzar Sjamsuridzal menjelaskan dalam penelitiannya meskipun telah banyak dipelajari di wilayah seperti Amerika Utara dan Islandia, ekosistem panas bumi di Asia Tenggara masih kurang dieksplorasi untuk keanekaragaman Thermus baru. Geyser Cisolok di Indonesia, dengan lingkungan uniknya yang kaya akan serasah organik, merupakan sumber yang menjanjikan untuk menemukan spesies termofilik baru.

“Kami mengusulkan nama Thermus Javaensis sp. nov. untuk strain ini. Penemuan ini memperluas keanekaragaman genus yang diketahui dan menggarisbawahi signifikansi taksonomi habitat panas bumi Indonesia,” kata Wellyzar kutip dari penelitiannya pada Minggu (31/5).

Bakteri tangguh ini diisolasi langsung dari kawasan panas bumi Geiser Cisolok. Tim peneliti FMIPA UI berhasil mengambil sampel dari tumpukan serasah organik yang terendam air panas alami berkadar suhu ekstrem mencapai 90°C dengan kondisi pH netral.

Secara morfologi, Thermus javaensis (dengan kode strain LT1-2-5T) berbentuk batang, bersifat gram-negatif, tidak membentuk spora, dan memiliki karakteristik unik berupa koloni yang memancarkan pigmen berwarna kuning cerah. Melalui pengujian di laboratorium, bakteri ini terbukti dapat tumbuh sangat optimal pada suhu kisaran 60–65°C.

Penemuan genus Thermus di tanah air ini langsung memicu antusiasme besar di kalangan akademisi dan pelaku industri bioteknologi. Sebagai gambaran, kerabat dekat bakteri ini, Thermus aquaticus yang dulu ditemukan di Amerika Serikat, merupakan penghasil enzim Taq Polymerase—komponen inti yang digunakan di seluruh dunia untuk mesin PCR (Polymerase Chain Reaction) dalam tes DNA, riset genetika, hingga deteksi virus.

Thermus javaensis diprediksi kuat memiliki potensi serupa. Karena berevolusi untuk hidup mendekati titik didih, enzim-enzim yang diproduksi oleh bakteri asli Jawa ini (seperti karbohidrase dan protease) bersifat termostabil—artinya, tetap aktif dan tidak rusak meski digunakan dalam suhu tinggi.
Karakteristik tahan panas ini sangat dicari oleh industri skala besar, seperti industri tekstil, kertas, makanan, hingga bioetanol. Enzim tersebut dapat mempercepat proses reaksi kimia secara signifikan tanpa risiko kontaminasi mikroba pengganggu, sehingga mendorong terciptanya efisiensi energi yang ramah lingkungan (green industry).

Keberhasilan ilmuwan tanah air ini tidak didapatkan secara instan. Proses isolasi, identifikasi, hingga pengujian mendalam terhadap spesies baru ini ternyata sudah diinisiasi oleh tim peneliti UI sejak tahun 2015 lalu.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para ilmuwan di laboratorium adalah media biakan. Media agar-agar konvensional yang biasa dipakai dipastikan akan meleleh jika dimasukkan ke dalam inkubator laboratorium bersuhu di atas 65°C. Alhasil, tim peneliti harus memutar otak dan menggunakan formulasi khusus berbahan gellan gum agar bakteri tangguh asal Jawa ini bisa dibiakkan dan diteliti dengan sempurna.

Penemuan Thermus javaensis ini menjadi bukti nyata bahwa kekayaan biodiversitas di wilayah geotermal Indonesia menyimpan potensi emas yang belum sepenuhnya terpetakan. Langkah besar ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kemandirian teknologi medis, penemuan antibiotik baru, serta kedaulatan industri berbasis bioteknologi di dalam negeri. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *