Angkat Identitas Lokal, Louis Kienne Pandanaran Semarang Sulap Kuliner Ikonik Kota Atlas Jadi Menu Signature Modern

Semarang, Javamedia.idMenjaga eksistensi kuliner lokal di tengah gempuran tren makanan modern membutuhkan kreativitas tanpa batas. Langkah inovatif inilah yang diambil Louis Kienne Pandanaran Semarang dengan mengangkat kembali identitas ragam kuliner khas Semarang ke dalam konsep “Gastronomi Nusantara” yang memadukan teknik memasak kontemporer tanpa menghilangkan akar tradisinya.

Melalui rangkaian menu terbaru yang dihadirkan di Little by More Gastro Cafe ini, pihak hotel mengajak para tamu menempuh sebuah perjalanan rasa yang tidak berhenti pada kenikmatan lidah, melainkan juga menyentuh aspek budaya dan ingatan kolektif masyarakat. Program kuliner anyar ini secara resmi dapat dinikmati masyarakat setiap hari mulai Rabu, 1 Juli 2026.

General Manager Louis Kienne Pandanaran Hotel Semarang, Timur Nugrahatama, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan terdapat 56 menu baru yang diluncurkan dalam program ini. Menu-menu tersebut tidak dibuat dari nol, melainkan mengombinasikan menu tradisi, khususnya khas Semarang, dengan teknik dan cita rasa dari Eropa serta beberapa negara Asia seperti Korea dan Jepang.

“Menu baru ini terbagi ke dalam beberapa divisi, mulai dari light bites atau snacks, main course (hidangan utama), kids choice untuk anak-anak, hingga desserts (hidangan penutup). Kami ingin Little by More Gastro Cafe tumbuh sebagai ruang perjumpaan bagi keluarga, rekan bisnis, komunitas, dan para pelancong untuk mengenal Semarang melalui cita rasanya,” ujar Timur di sela peluncuran menu di Gastro Cafe Louis Kienne Pandanaran Semarang, Selasa (30/6/2026).

Untuk menjaga identitas lokal, kafe ini meluncurkan kategori Semarang Signature yang menyajikan Bandeng Presto Sambal Mangga. Hidangan yang telah lama menjadi ikon kuliner Kota Atlas tersebut ditampilkan kembali dengan pendekatan estetika modern, namun tetap mempertahankan karakteristik rasa otentik yang dicintai lintas generasi.

Tidak hanya kuliner khas Semarang, kekayaan rasa dari belahan Nusantara lain juga turut diadopsi. Pada kategori Semarang Bites, muncul menu unik Singkong Keju Sambal Roa, sebuah perpaduan kontras yang mempertemukan kelembutan singkong khas Jawa dengan sengatan sambal roa pesisir timur Indonesia. Sementara itu, pada kategori Nusantara Treasure, Chef Marsaid meracik dua hidangan utama yang kaya rempah, yakni Iga Penyet Sambal Kecombrang dan Bebek Goreng Rempah Sambal Ijo.

Untuk kategori menu andalan (bestseller), Timur memberikan beberapa rekomendasi kuat bagi para pengunjung. “Untuk pilihan khas Nusantara, kami merekomendasikan Sop Buntut. Kemudian untuk hidangan Western, kami menyajikan Tenderloin Steak atau Chicken Roulade. Sementara untuk desserts, ada Chocolate Lava Cake, dan untuk Wedang Fusion-nya kami sangat merekomendasikan Bajigur Brulee,” paparnya.

Kategori minuman tradisional diinterpretasikan ulang secara kreatif lewat Wedang Fusion Series. Kategori ini mengeksplorasi tujuh varian minuman hangat tradisional yang didominasi oleh jahe dan santan, lalu dikombinasikan dengan sentuhan modern seperti latte khas Italia dan gaya Eropa. Beberapa kreasi yang lahir dari konsep ini antara lain Ronde Royal, Ndongo Coconut Latte, White Bean Cinnamon Latte, hingga Mung Bean Pandan Cream.

Bagi pencinta kuliner barat, kafe ini juga menyediakan menu Beef Rendang Sliders—perpaduan burger Barat dengan rendang—yang disajikan khusus untuk menemani para tamu menikmati panorama kota dari area rooftop hotel.

Mengenai harga, seluruh rangkaian menu baru ini dibanderol dengan kisaran yang cukup kompetitif, yakni mulai dari Rp35.000 sampai dengan Rp200.000.

Sementara itu, Director of Sales & Marketing Louis Kienne Pandanaran Hotel Semarang, Intan Anggraeni, menjelaskan bahwa konsep gastronomi ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang memiliki kedalaman makna.

“Kami percaya bahwa makanan mampu menjadi medium untuk memperkenalkan budaya. Melalui Gastronomi Nusantara, kami ingin mengajak setiap tamu menikmati cerita yang tersimpan di balik setiap hidangan—cerita tentang Indonesia yang kaya, hangat, dan selalu memiliki ruang untuk berinovasi,” tutur Intan.

Inovasi kuliner ini dipastikan bukan sekadar program musiman karena akan tersedia sepanjang tahun. Namun, untuk merayakan momentum peluncurannya, Louis Kienne Pandanaran Hotel Semarang menggelar program promo berupa potongan harga sebesar 17 persen untuk seluruh menu pilihan yang berlaku mulai 1 Juli hingga 17 Agustus 2026. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *