Beda Suku Tetap Seirama, Lomba Bakiak Istana Buah Semarang Jadi Simbol Persatuan

Semarang JavaMediaIstana Buah, gerai buah segar ternama di Semarang memiliki cara yang efektif membangun kebersamaan karyawannya dalam situasi banyak perbedaan. Dalam menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, gerai yang terdapat di Jalan Pandanaran Semarang ini menggelar aneka lomba untuk memerihkan Hari Kemerdekaan. Lomba ini digelar di halaman gerai, Kamis (18/8/2026) mulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB, sebelum gerai buka.

Markus Romera, adalah salah satu panitia pelaksana lomba. Di Istana buah, dia adalah koordinator dan Pembina Tim Keamanan, namun kali ini dia harus dapat menyuguhkan aneka lomba yang menghibur dan berdampak para karakter seluruh karyawan.

Tak ada yang menyangka, mantan petinju nasional yang juga purnawirawan Corps Polisi Militer, putra Papua ini justru sangat dekat dengan karyawan serta masyarakat sekitar.

“Tujuan lomba ini selain untuk memeriahkan, juga membangun karakter kawan-kawan agar memiliki jiwa patriotis serta nasionalis. Kita boleh berbeda ras, suku dan agama. Namun pengabdian kita untuk bangsa, negara dan masyarakat harus sama. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, namun butuh orang lain untuk dapat saling membantu,” ujar Markus Romera.

Markus merasa prihatin, bahwa bangsa ini sekarang sedang disibukkan oleh para oknum yang memecah belah antara anak bangsa. Dengan isu rasis, dikehenaki kita semua terpancing untuk saling membenci dan melampiaskan dendam. Padahal semua itu menurut Markus ada tujuannya, yaitu menciptakan situasi tidak stabil.

Momen merayakan 17-an ini menurut Markus lebih tepat menyelenggarakan kegiatan yang bisa menjadi refleksi diri mengenang perjuangan mencapai kemerdekaan. “Bahwa kemerdekaan tidak mudah diraih begitu saja. Dibutuhkan persatuan untuk mewujudkan cita-cita, meski dengan jalan pertumpahan darah melawan penjajah. Sekarang di era merdeka, kita harus dapat menjaga kemerdekaan dengan menghindari pertumpahan darah, meski sesama saudara,” ungkap Markus.

Lomba Bakiak adalah salah satu lomba yang melibatkan tim. Jalan menggunakan bakiak panjang yang digunakan bisa sampai 5 orang ini tidak lah mudah. Butuh kekompakan dan kesamaan gerak. Sedangkan mereka yang masuk dalam tim adalah karyawan yang multi etnis. Ada yang asal Ambon, Nias, Manado, Papua, Bali dan NTT. Mereka tampak kompak dan bahagia mengikuti perlombaan yang mengandalkan kekompakan.

“Menang kalah itu urusan nanti, yang penting semua bisa tertawa bahagia berlomba untuk mendapat hasil terbaik,” ungkap Markus. (Rgr)

Bagikan :

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *