Andika, PPM Apresiasi Veteran Dengan Jalan Kaki Malang-Jakarta

Semarang JavaMedia.Id:- Nama Andika Gatot Setiawan (42) kemudian menghentak para Veteran Republik Indonesia beserta keluarganya karena diketahui melakukan perjalanan jauh atau Longmarch dari Kota Malang menuju Jakarta untuk menemui bapak-bapak Veteran Republik Indonesia saat momentum Hari Veteran Nasional (Harvetnas) yang jatuh pada 10 Agustus 2025.

Bagaimana tidak, karena semangatnya ini, para anggota Legiun Veteran di kota-kota yang dilintasinya sibuk memberi dukungan dan menyambutnya dengan penuh semangat. Tak hanya itu, anak-cucu veteran yang tergabung dalam organisasi Pemuda Panca Marga juga turun serta menyambut kedatangan anggota PPM Cabang Malang ini.
Dika, nama panggilannya mengawali perjalanan dari Malang menuju Surabaya dengan tujuan Kantor Markas Daerah LVRI Provinsi Jawa Timur. Dari Surabaya kemudian dia berjalan menyusuri jalur Mojokerto hingga masuk wilayah Karanganyar Jawa Tengah melintasi Sragen, Klaten dan menuju Yogyakarta untuk ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Sudirman di TMP Kusuma Bangsa.

Saat tiba di Semarang, Senin (7/7) malam, Dika disambut oleh Ketua Markas Daerah (Mada) PPM Provinsi Jateng Hj Gatyt Sari Chotidjah SH MM. Selain Gatyt, ikut menyambut pula H Rusman Sayoga Wakil Komandan Resimen Yudha Putra dan Komandan Detasemen Provoost Resimen Yudha Putra PPM Jateng Jeffry Honda Kandow.

Di Semarang, Dika diinapkan semalam di Hotel Pandanaran Simpanglima, dan keesokan harinya dilepas oleh Wakil Kamacab LVRI Kota Semarang Letkol Purn Sakiran disaksikan Kamada PPM Jateng dan Sekretaris Mada LVRI Provinsi Jawa Tengah Kapten Purn Sutopo.

Sebelum dilepas, dalam upacara pelepasan Wakil Kamacab LVRI Semarang sempat memasangkan baret PPM kepada Dika sebagai bentuk penghargaan sekaligus penghormatan telah mengadakan perjalanan longmarch Malang-Surabaya-Yogyakarta dan menuju Semarang. Perjalanan ini menurut Sukiran mengingatkan pada perjuangan perang gerilya para pejuang bangsa dalam mengupayakan dan mempertahankan kemerdekaan.

‘Longmarch adalah perjalanan berat secara berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Ini membutuhkan kekuatan dan semangat yang luar biasa. Kekuatan saja tanpa semangat, mustahil akan bertahan. Oleh karena itu karena landasan mental yang kuat, maka perjuangan pasti akan mewujudkan keberhasilan,” ungkap Sukiran saat menyambut Dika.

Mantan prajurit Banteng Raiders yang pernah malang melintang di operasi tempur Timor Timur ini berharap Longmarch ini juga membawa misi menggaungkan Semangat Nasionalisme dan Patriotisme kepada Generasi Muda yang ditemui di sepanjang rute.

Dika membenarkanapa yang diharapkan Sukiran, bahwa perjalanan jauh yang ditempuhnya merupakan ungkapan bangda dan apresiasinya kepada Veteran Pejuang Bangsa. Hal ini diinspirasi dari kisah perjuangan almarhum kakeknya bernama Suwigno, yang merupakan Pejuang Kemerdekaan RI (PKRI) dan berdinas di ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia) Surabaya di masa lalu.

Sekian lama hingga dewasa dirinya tak pernah mengingat kakeknya, namun setelah menemukan fotonya dan ada tulisan NPV, Dika mencoba untuk menelusuri jejak siapa sebenarnya Sang Kakek. Dika baru tahu bahwa NPV merupakan nomor register anggota Veteran. Pencariannya dilakukan tak semudah yang dibayangkan, di daerah hingga provinsi ternyata NPV tersebut belum terlacak. Namun baru beberapa waktu mengirim email ke DPP LVRI Pusat, Dika baru mendapatkan jawaban yang ditindaklanjuti Kantor Cabang LVRI Malang. Dika benar-benar menemukan dokumen resmi bahwa kakeknya seorang pejuang yang tergabung dalam Legiun Veteran RI.

Sebagai ungkapan syukur, dia nadar melakukan perjalanan jalan kali dari Malang-Surabaya-Mojoketo-Karanganyar-Sragen-Surakarta-Klaten-Yogyakarta-Magelang-Ambarawa-Semarang menuju Jakarta.
“Kebetulan 10 Agustus nanti Hari Veteran Nasional, perjuangan saya ini sya dedikasikan untuk para veteran, termasuk sebagai ungkapan bangga saya terhadap almarhum kakek. Ini juga bagian dari tekad saya untuk mewarisi nilai-nilai juang dan semangat bela negara yang haus ditularkan pada generasi muda bangsa,” kata Dika.

Yang dinilainya sangat penting, menurut Dika adalah perjalanan silaturahmi menemui para veteran yang ada di daerah-daerah yang disinggahi. “Disetiap daerah, saya selalu menyerap pesan dari ayahanda Veteran, banyak hal-hal yang berisi motivasi dan harapan. Namun ada pula keresahan yang harus kita sikapi sebagai pewaris semngat juangnya. Keresahan itu berupa merosotnya nilai-nilai nasionalisme dan patriotism generasi muda,” ungkat Dika.

Tiba di Kota Semarang, Dika mengaku mendampatkan pencerahan baru dalam hal Jiwa Semangat dan Nilai 1945 saat bertemu dengan para veteran dan sosialisator JSN 45. Sebelum meninggalkan Kota Semarang, Dika sempat mengunjungi Monumen Tugu Muda sebagai symbol perjuangan dan perlawanan rakyat Semarang terhadap penjajangan.
Chandra AN, sosialisator JSN45 Mada LVRI Jawa Tengah memaparkan bahwa Tugu Muda merupakan perlambang semangat pemuda Semarang dalan Pertempuran 5 Hari Semarang yang terjadi mulai 14 Oktober 1945. Kendati dari hari pertama sudah ribuan yang gugur akibat pembanataian tantara Jepang, namun tak menyurutkan perlawanan hingga Jepang ketakutan dan meminta gencatan senjata hingga Sekutu tiba mengambil alih.

Kamada PPM Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi Andika Gatot Setiawan. Gatyt berharap perjalanan panjangnya mampu menjadi perekat persatuan dan persudaraan keluarga besar anak-cucu veteran pejuang. Selain itu juga bisa memotivasi generasi muda untuk peduli dan peka terhadap persoalan bangsa.

“Perjalanan Dika ini penuh perjuangan dan boleh dikata tidak selalu mulus. Dalam pengkuannya dia sudah menghabiskan 3 pasang sepatu. Selain itu dia juga telah melalui perjalanan malam menembus kawasan hutan di Mantingan, bahkan kehujanan dan kepanasan,” kata Gatyt. (Rgr)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *