Apresiasi 100 Hari Kerja Gubernur Jateng dari Dunia Usaha dan Pendidikan

Javamedia.id – Berbagai elemen masyarakat memberikan apresiasi terhadap 100 hari kerja Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. Sebab, selama rentang waktu tersebut, sudah banyak kebijakan dan program yang digulirkan oleh keduanya.
Salah satu yang memberikan apresiasi dari kalangan pengusaha adalah Dewi Susilo Budiharjo yang akrab dipanggil “Bu Dewi” Menurutnya gubernur sangat mendorong dunia usaha memperluas sinergi dengan pemprov untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
100 hari sebenarnya waktu yang terlalu singkat untuk menghitung lima tahun ke depan. Akan tetapi, kepemimpinan Gubernur dan Wagub sudah menunjukkan komitmen bersama dengan mengajak semua pihak untuk bekerja sama mengurus permasalahan daerah. “Satu hal yang tampak menonjol dari Pemprov Jateng dalam penilaian kita, adalah spirit kolaborasi dari Pemprov ini luar biasa,” ungkap Dewi.

Dewi Susilo Budiharjo, Pengusaha
“Saya sebagai pengusaha di bidang perhotelan misalnya, tetap bisa bersinergi dengan pemprov. Walaupun ada program efisiensi namun kita tetap mendapatkan bagian anggaran untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan di hotel seperti rapat-rapat dinas atau kegiatan lainnya,” ungkapnya.
Selain itu Dewi juga mengapresiasi langkah gubernur untuk membuka luas peluang ekspor produk-produk UMKM ke luar negeri. Ini akan membuat ekonomi di Jawa Tengah akan terus bertumbuh.
“Salah satu juga yang menarik adalah Program Kecamatan Berdaya, dimana pemerintah berperan dalam pemberdayaan dan perlindungan terhadap perempuan, anak-anak, dan disabilitas. Semua kecamatan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang akan menjadi pusat kemajuan perekonomian dan kreativitas warganya,” kata Dewi.
Sementara itu Ketua DPC PKB Semarang, Muhammad Mahsun juga mengapresiasi bahwa 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Masih on the track atau sesuai dengan apa yang Ia janjikan saat kampanye.
“Dari 136 program yang dijanjikan selama kampanye, sebanyak 38 program atau 28% program di antaranya telah terlaksana, sebanyak 73 program atau 54 % program sudah dianggarkan pada tahun 2025, sedangkan sisanya masih dalam proses perencanaan,” katanya.

Wakil Ketua Komisi E Yudi Indras Windarto
Untuk dunia pendidikan juga dibutuhkan kolaborasi dalam mewujudkan program-program unggulan. Wakil Ketua Komisi E Yudi Indras Windarto menegaskan, eksekutif tidak bisa berdiri sendiri menjalankan programnya tanpa dukungan eksekutif. “DPRD Jateng siap untuk bekerja sama dengan Pemprov Jateng guna keberhasilan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Gubernur,” ungkapnya.
Yudi Indras menambahkan bahwa dalam melaksanakan program, Dinas Jawa Tengah harus seimbang dengan stakeholder swasta lain yang juga turut menyumbang pembangunan di Jawa Tengah misalnya dalam hal pendidikan.
“Butuh penambahan fasilitas pendidikan baru tapi kita paham harus disinkronkan dengan APBD yang tiap tahunnya naik atau tidak, baiknya kerjasama dengan sekolah swasta,” kata Yudi.(psw)






