Tembus Rekor 1 Juta TEUs, TPK Semarang Jadi Tujuan Studi Operasional Pelabuhan Jepang

SEMARANG, Javamedia.id – Sukses membukukan arus peti kemas fantastis di atas 1 juta TEUs sepanjang tahun 2025, Terminal Petikemas (TPK) Semarang resmi menjadi destinasi studi banding delegasi Jepang dari Overseas Coastal Area Development Institute of Japan (OCDI) bersama KSOP Kelas I Tanjung Emas, Senin (15/6). Kunjungan ini bertujuan untuk membedah strategi operasional dan keandalan logistik TPK Semarang yang tetap tumbuh subur di tengah tantangan geografis pesisir.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda delegasi OCDI di Indonesia. Sebelum mengunjungi Terminal Petikemas Semarang, delegasi juga telah melakukan kunjungan ke Terminal Teluk Lamong pada tanggal 8 Juni 2026 untuk memperoleh gambaran mengenai pengelolaan terminal peti kemas dan pengembangan kawasan pelabuhan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, manajemen TPK Semarang memaparkan profil perusahaan, kinerja operasional, serta berbagai upaya peningkatan kapasitas dan layanan yang dilakukan untuk mendukung kelancaran arus logistik nasional. Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah tantangan operasional yang dihadapi terminal akibat kondisi geografis kawasan pesisir Semarang, termasuk fenomena penurunan permukaan tanah (land subsidence), serta strategi mitigasi yang diterapkan perusahaan untuk menjaga keandalan operasional.

Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, TPK Semarang berhasil mencatatkan kinerja positif dengan membukukan arus peti kemas lebih dari 1 juta TEUs sepanjang tahun 2025, menjadikannya salah satu terminal peti kemas utama di Indonesia.

Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum yang baik untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan pelabuhan.

“Kami menyambut baik kunjungan delegasi OCDI dan KSOP Tanjung Emas sebagai wadah bertukar wawasan dan pengalaman dalam pengelolaan terminal peti kemas. Di tengah berbagai tantangan operasional, TPK Semarang terus berupaya meningkatkan keandalan layanan, produktivitas, dan efisiensi operasional. Capaian arus peti kemas lebih dari 1 juta TEUs pada tahun 2025 menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung kelancaran logistik serta pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Nyoman.

Karakteristik dari TPK Semarang juga menjadi salah satu hal yang menarik perhatian delegasi. Berlokasi di kawasan pesisir yang menghadapi fenomena penurunan permukaan tanah, TPK Semarang dituntut untuk terus beradaptasi melalui penguatan infrastruktur, peninggian area operasional, serta berbagai inovasi dalam pengelolaan terminal.

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *