CIMB Niaga Optimis Capai F30 di Tahun 2030, Fokus pada Inovasi

JAKARTA, JAVAMEDIA.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memulai strategi jangka panjangnya, Forward30 atau F30, sebagai wujud purpose Advancing Customers & Society. Melalui strategi tersebut, CIMB Niaga terus berkomitmen untuk memperkuat kepercayaan nasabah lewat beragam cara. Mulai dari fokus pada transformasi digital, inovasi produk, hingga kemudahan dan kecepatan layanan kepada nasabah.

Hal itu diungkapkan Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, saat menyambut 100 jurnalis dari 30 kota di Indonesia, dalam ajang “CIMB Niaga Jurnalisme Inspiratif”, di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, belum lama ini. Forward30 menurutnya hadir untuk turut serta mendampingi perjalanan nasabah dan masyarakat Indonesia, dengan mengedepankan empat pilar utama, yakni Cash/CASA, Cross-selling, Capability, dan Capital.

“CIMB Niaga senantiasa mengutamakan customer experience untuk seluruh stakeholders. Bukan hanya dari nasabah, tetapi juga staf, regulator, komunitas sekitar kita, termasuk juga rekan-rekan media,” tuturnya, di Graha CIMB Niaga, Jakarta.

Sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia, CIMB Niaga menurut Lani terus memperkuat fokusnya pada agenda keberlanjutan. Termasuk mendukung program pemerintah terkait pembiayaan hijau dan pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR). Dari sisi sustainability, hampir 24 persen dari total pembiayaan bank (Rp54,7 triliun) mendukung transisi yang adil, ekonomi rendah karbon, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Keberlanjutan (TPB) dari PBB.

“Pencapaian ini mencerminkan fokus strategis CIMB Niaga untuk mengintegrasikan keberlanjutan dalam setiap aspek solusi keuangan. Sejalan dengan komitmen jangka panjang menuju masa depan yang lebih hijau,” tambah Lani.

Di sisi lain, Lani juga optimis target F30 akan tercapai di tahun 2030, yakni aset CIMB Niaga Rp360 triliun dan CIMB Niaga Syariah Rp100 triliun. Target itu sangat beralasan, apalagi jika dilihat dari kinerja, pada sembilan bulan pertama tahun ini, CIMB Niaga melaporkan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) Rp6,7 triliun atau naik 1,7 persen year-on-year.

CIMB Niaga senantia menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 24,7 persen. Sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) masing-masing 81,1 persen.

“Total aset konsolidasian sebesar Rp369,5 triliun per 30 September 2025. Sehingga semakin memperkuat optimisme dan posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia,” ungkapnya.

Dari data yang dihimpun, total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp278 triliun (+8,6 persen year-on-year), dengan rasio CASA 67,9 persen. Untuk jumlah kredit/pembiayaan naik 4,6 persen menjadi Rp228,7 triliun yang didukung kinerja yang baik di seluruh segmen utama.

Sementara untuk segmen syariah, CIMB Niaga Syariah mempertahankan posisi sebagai salah satu Unit Usaha Syariah terbesar di Indonesia. Per 30 September 2025, total pembiayaan mencapai Rp58,2 triliun. Adapun DPK tercatat sebesar Rp57,9 triliun yang mencerminkan loyalitas dan kepercayaan nasabah.(Dnr)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *