Dukung Seniman Lokal, Bandara Ahmad Yani Semarang Salurkan Bantuan TJSL untuk Komunitas Musik dan Tari

SEMARANG, Javamedia.id – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian seni, budaya, dan pemberdayaan komunitas kreatif lokal. Langkah ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada dua komunitas seni di Semarang, yakni Institut Musik Jalanan (IMJ) Kota Semarang dan Sanggar Tari Sekar Kemuning.
Bantuan yang dikemas dalam program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation ini diserahkan secara bertahap, masing-masing kepada IMJ pada Selasa (30/6) dan Sanggar Tari Sekar Kemuning pada Rabu (1/7).
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberdayakan ekosistem seni lokal sekaligus memperkuat identitas budaya di lingkungan bandara.
“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung peningkatan kapasitas komunitas dalam mengembangkan kualitas pertunjukan, proses pembinaan anggota, serta mendukung aktivitas kreatif yang berkelanjutan,” ujar Sulistyo.

Penyerahan bantuan TJSL kepada Sangggar Tari Sekar Kemuning.
Kedua komunitas kreatif tersebut akan memanfaatkan bantuan dana pengembangan ini untuk menunjang produktivitas dan operasional mereka. Bantuan kepada Institut Musik Jalanan (IMJ) Kota Semarang akan dialokasikan untuk penyediaan perlengkapan rekaman audio (audio recording) guna mendukung pembinaan anggota dan produktivitas berkarya. Sedangkan Sanggar Tari Sekar Kemuning akan menggunakan bantuan untuk pembelian alat pertunjukan seni serta kostum baru demi meningkatkan kualitas penampilan para penari tradisional.
Hidupkan Suasana Bandara Lewat Seni
Selama ini, IMJ Kota Semarang telah rutin menyuguhkan penampilan musik di area bandara untuk memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi para penumpang. Ke depan, Bandara Jenderal Ahmad Yani juga berencana untuk menghadirkan penampilan dari Sanggar Tari Sekar Kemuning untuk menyambut para pengguna jasa bandara.
“Kehadiran penampilan musisi dan penari di bandara tidak hanya menciptakan suasana yang menyenangkan untuk para pengguna jasa, tetapi juga bertujuan agar sinergi dengan ragam komunitas seni dapat terus terjalin dengan harmonis,” tambah Sulistyo. Ia juga berharap program ini mampu mencetak talenta lokal sebagai penerus generasi penggiat budaya.

Penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan Institut Musik Jalanan (IMJ) Kota Semarang
Apresiasi tinggi datang dari para pimpinan komunitas seni yang menerima bantuan. Ketua IMJ Jawa Tengah, Jamaludin, dan Pimpinan Sanggar Tari Sekar Kemuning, Kasmiran, kompak menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh manajemen bandara.
Menurut mereka, dukungan ini sangat berarti dalam meningkatkan kualitas performa para anggota, baik untuk pembinaan internal maupun saat tampil di berbagai agenda seni budaya, termasuk di lingkungan bandara.
Melalui sinergi TJSL ini, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang berkomitmen untuk terus memajukan ekosistem seni yang berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar. (Psw)






