‘Sendratari Ramayana’ Greget Representasikan Kesetiaan Anoman

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – JavaMedia.Id – Sebuah pementasan Sendratari Ramayana oleh Sanggar Greget Semarang di Malibu Beachfront POJ Semarang, bertepatan dengan Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-81 tahun, Selasa (17/8/2026) cukup sukses dan memukau pengunjung.

Yoyok Bambang Priyambodo, pendiri sekaligus pembina Sanggar Tari Greget bahkan ‘turun gunung’ memerankan Ramawijaya dalam sendratari yang berlangsung hampir 1 jam. Beliau masih lincah bermain bersama murid-murid asuhannya, termasuk dua putra dan putrinya, Mahendra memerankan Anoman dan Ratu memerankan kijang kencana.

Dalam fragmen, Anoman tak kenal lelah, dia melompat melintasi lautan menuju ke Alengka. Setiba di sana, Anoman mencari keberadaan Dewi Sinta yang belakangan diculik oleh Rahwana. Sempat ditangkap, dibakar, namun Anoman berhasil menyelesaikan misi dari Ramawijaya, sekaligus menghanguskan sebagian wilayah kerajaan Alengka.

Kisah kepahlawanan Anoman dibawakan secara apik oleh Canadian Mahendra yang terampil memainkan setiap peran melalui gerak tari khas kera putih atau Wanara Seta tersebut.

Mahendra mengungkapkan, sosok Anoman dalam kisah tersebut bisa ditafsirkan sebagai simbol yang cukup relevan dalam masa sekarang ini. Menurutnya, Anoman menjadi representasi rakyat jelata yang memiliki kekuatan, sakti, namun masih tunduk pada nilai-nilai luhur.

“Dalam pewayangan Jawa, dia tidak dikisahkan lahir sebagai bangsawan. Dia adalah manusia kera. Dia juga patuh terhadap nilai-nilai luhur dan berani melawan angkara murka. Dalam kisahnya bahkan Anoman sendirian melawan Kerajaan Alengka saat ditugasi Ramawijaya. Artinya, dia memiliki prinsip dan teguh,” kata Mahendra usai pentas.

0460f9a5 3a98 4820 93b1 9cb5016ea781Sutradara sendratari, Sangghita Anjali, menambahkan bahwa semua kisah memiliki sudut pandang berbeda untuk ditafsirkan. Menurutnya, tafsir dapat berbeda-beda sesuai konteks dan peristiwa yang terjadi.

“Kami sebagai pelaku seni mencoba untuk menawarkan sajian untuk dinikmati masyarakat. Namun juga ada pesan-pesan yang perlu juga kami angkat,” imbuh Sangghita.

Bagikan :

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *