Gerindra Jateng Desak Evaluasi Total Sektor Pariwisata: Jangan Cuma Ramai Saat Lebaran!

Semarang, Javamedia.id – Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Tengah mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola objek wisata di wilayah Jateng. Langkah ini diambil menyusul temuan lapangan bahwa destinasi wisata di Jawa Tengah masih terjebak dalam pola kunjungan musiman yang hanya mengandalkan momentum libur panjang, tanpa adanya keberlanjutan kunjungan sepanjang tahun.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Tengah, Sudarsono, mengungkapkan bahwa kondisi ini merupakan catatan penting hasil reses anggota fraksi di berbagai daerah pemilihan (dapil). Dari peninjauan langsung, ditemukan beragam persoalan klasik, mulai dari pengelolaan yang belum optimal hingga kurangnya inovasi untuk menjaga daya tarik wisatawan di luar masa liburan.

“Di sektor pariwisata, kami memandang perlu adanya evaluasi mendalam terhadap tata kelola objek wisata agar mampu bersaing dalam jangka panjang,” ujar Sudarsono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2026).

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, jumlah kunjungan wisatawan pada momen libur Lebaran 2026 sebenarnya menunjukkan tren positif. Tercatat ada 687.470 orang yang berkunjung, atau naik 5,25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 (653.178 kunjungan).

Namun, Sudarsono menegaskan bahwa angka tersebut belum mencerminkan keberlanjutan. Tanpa pembenahan serius, potensi besar pariwisata Jateng sebagai penggerak ekonomi daerah tidak akan maksimal.

“Objek wisata tidak boleh hanya ramai saat momen tertentu, tetapi harus mampu menciptakan kunjungan berkelanjutan melalui manajemen promosi yang cerdas dan terintegrasi,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi C DPRD Jateng ini.

Fraksi Gerindra juga menyoroti pentingnya peningkatan standar layanan, mulai dari aspek kebersihan, keramahan, hingga penguatan narasi budaya sebagai identitas lokal. Sudarsono bahkan mengajak Pemprov Jateng untuk mengambil pelajaran dari kesuksesan pengelolaan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Jawa Tengah perlu mengedepankan kebersihan, keramahan, dan kreativitas narasi budaya agar memiliki daya saing yang kuat,” lanjutnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Fraksi Gerindra meminta Pemerintah Provinsi untuk memperkuat pembinaan terhadap pelaku pariwisata, khususnya Desa Wisata. Menurutnya, desa wisata memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang mampu bergerak secara mandiri dan berkelanjutan.

Sudarsono berharap, melalui pembenahan ini, sektor pariwisata tidak hanya menjadi pemanis di hari raya, tetapi benar-benar menjadi mesin ekonomi yang stabil bagi masyarakat Jawa Tengah. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *