Halaqah Ulama & Kader PPP Sepakat Muktamar Pilih Ketum Baru Dari Kalangan Pesantren

JavaMedia Id Semarang – Forum Peduli Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang di koordinatori oleh Dr. KH. Fadlolan Mustaffa’, Lc., MA menggelar Halaqoh Ulama dan Kader PPP di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang yang didirikan dan diasuh oleh kyai Fadlolan Musyaffa’, Sabtu (3/5/2025).

Tujuan halqoh ini kata kyai Fadlolan Musyaffa’, ingin mengumpulkan ulama sepuh PPP dan kader yang sedang berserakan tidak terhimpun oleh Pengurus DPP-PPP yang terkesan lambat tidak segera mengambil langkah strategis perjuangan partai setelah tidak lolos parliamentary threshold (4% PT) yang merupakan ambang batas perolehan suara minimal partai politik dalam pemilihan umum untuk perolehan kursi DPR.

Acara halaqoh ini terselenggara bukan atas nama struktur PPP baik DPP/DPW-PPP, tetapi atas nama Farum Peduli PPP yg di inisiasi oleh Gus Taj Yasin Maimun, Wagub Jateng dan Bpk Agus Suparmanto, Mentri Perdagangan Kabinet Jokowi 2019-2021 yang mempercayakan Kyai Fadlolan Musyaffa’ sebagai Koordinator Forum dan Ngainur Richardl, sebagai Sekretaris. Halaqoh ini semacam mengumpulkan balung pisah dari para kyai sesepuh dan kader yang sudah cukup lama tidak disentuh oleh pengurus struktural PPP, maka Farum Peduli PPP kemarin gelar Halaqoh Ulama & Kader PPP untuk bersatu bemusyawarah membahas masa depan PPP menjelang muktamar akhir Agustus awal September 2025. Dalam kesepakatan peserta halaqoh diantaranya memutuskan harus mengembalikan PPP ketangan ulama pesantren, dan mengganti Ketua Umum PPP dari kalangan Pesantren, karena basis konstituen PPP berada di masyarakat religius pesantren.

Turut hadir dalam Halaqah Ulama ini, sejumlah petinggi Partai Ka’bah mulai dari Pimpinan Majelis-majelis tingkat DPP PPP, Pengurus Harian DPP-PPP hingga pengurus DPW PPP.

Hadir juga Wakil Gibernur Jawa Tengah: KH Taj Yasin Maimun Zubair (Gus Yasin), yang didambakan masuk dalam calon ketua umum PPP dalam muktamar 2025.

Sesepuh PPP yang turut hadir KH. Abdullah Ubab Maimun (Majelis Kehormatan DPP-PPP), KH. Mustofa Aqil Siraj (Ketua Majelis Syariah DPP-PPP), Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’, (Sekretaris Majelis Syariah DPP-PPP), beberapa kyai dari anggota majelis syariah KH Ahmad Haris Shodaqoh, Alhabib Ahmad Ederus Alhabsyi, KH Muhyidin Ishaq, Dr KH Qorie Mursyid, KH. Mahin Toha, KH. Muchsin Nur.

Hadir juga Gus Romahurmuzy (Ketua Mejelis Pertimbangan DPP-PPP), dan Irfan Ade Pulungan (Ketua Mahkamah Partai DPP-PPP).
Sementara dari pengurus harian DPP-PPP Gus Arwani Tomafi, (Sekretaris Jenderal DPP-PPP), Qoyyum, Ibu Atiq (Ketua DPP-PPP).
Dan hadir dari unsur DPW H. Masruhan Samsuri, DPW Jateng, Ketua DPW-PPP Banten, Ketua DPW-PPP Jabar, Ketua DPW-PPP Jatim, Ketua DPW-PPP DIY.
Undangan khusus masyayikh Ponpes Sarang Rembang: KH. Idror Maimun Zubair, KH. Chamzah Hasan (Pengasuh Ponpes Tanbihil Ghofilin Banjarnegara).

Forum tersebut membahas berbagai langkah strategis, salah satunya untuk mengembalikan PPP kembali ke Senayan. Selain itu, peserta halaqah juga menyepakati untuk mencari calon ketua umum (Ketum) PPP baru pada Muktamar 2025 mendatang untuk semangat perubahan dengan mencari figur utama potensial dari internal dan baru kemudian eksternal untuk bergabung dan membesarkan PPP.

Dr KH Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA, Sekretaris Majelis Syariah DPP-PPP menyatakan bahwa hari ini PPP membutuhkan sosok kyai pesantren yang siap berjuang dan berkorban. Mengapa harus kyai pesantren? “Karena PPP di samping partai Islam, basis konstituen berada di kalangan masyarakat santri. Baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa,”
“PPP hari ini tidak sedang baik-baik saja. PPP juga sedang tidak memiliki wakil rakyat di parlemen. Untuk mengembalikan kursi PPP di parlemen tidak cukup dipimpin figur seorang tokoh atau pejabat atau pengusaha yang memiliki fasilitas jabatan maupun akomodasi. Apalagi hanya pedagang yang maunya numpang jualan di PPP untuk mendapat untung.” Lebih jauh Kyai Fadlolan menjelaskan mengapa periode sebelumnya saat dipimpin Suharso Mamoarfa dan Muhamad Mardiono, survey suara PPP anjlok turun kisaran 2,9-3,8%? “Ini karena figur Ketum PPP tidak dikenal pendukung PPP dan tidak dari kalangan santri. Jadi, kembalikan PPP ke pesantren, kalau mau hidup kembali,” tandas Kyai Fadlolan Musyaffa’ saat diwawancarai di lokasi halaqoh ulama dan kader PPP kemarin lusa.

Muncul nama baru calon ketua umum Agus Suparmanto, seorang pengusaha dan mantan mentri kabinet Jokowi 2019-2021. Sementara nama yang sudah populer Gus Taj Yasin Maimun, Dudung Abdurrahman, Andi Amran dan mungkin masih ada figur lain yang menyusul. “Sekali lagi saya katakan, PPP perlu ditolong oleh tokoh kyai pesantren yang siap berjuang dan berkorban serta konkret memiliki basis umat di masyarakat. Bukan sekadar menjadikan PPP sebuah taksi atau sering disebut gojek untuk kendaraan politik sesaat.”

Nama Taj Yasin Maimoen Zubair, sebagai calon ketua umum PPP terkuat. Sosok inilah yang sejak lama dinantikan kader dan kini saatnya hadir untuk menolong PPP yang mati di Senayan. Hilangnya kursi di Senayan merupakan sejarah terburuk PPP sepanjang sejarah. Dengan demikian sangat diperlukan figur ketum yang muda dan melek dari sederet harapan tersebut. “Belum menemukan figur ideal selai Gus Taj Yasin Maimoen, yang sesuai kriteria memimpin PPP untuk mampu membawa perubahan Kembalikan PPP lolos parlemen,” lanjut kyai Fadlolan Musyaffa’. (Dra)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *