Hindari Macet Gombel! Pengendara Disarankan Gunakan Jalur Jangli-Undip atau Jalan Tol

SEMARANG, javamedia.id – Penutupan jalur turunan Gombel Lama mulai Senin (20/4/2026) memicu potensi kepadatan lalu lintas di kawasan selatan Kota Semarang. Guna menghindari kemacetan, pengendara disarankan memanfaatkan jalur alternatif melalui rute Jangli–Undip atau Jalan Tol Jatingaleh–Srondol.
Penutupan jalan nasional ini dilakukan menyusul dimulainya proyek perbaikan struktur jalan di Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik. Kondisi tanah yang labil di kawasan tersebut selama ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan yang terjadi berulang kali.
Pantauan javamedia.id di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja proyek mulai melakukan pengukuran dan pemetaan titik-titik perbaikan sejak Senin pagi. Proyek ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar tujuh bulan, dengan status jalur Gombel Lama ditutup total bagi kendaraan umum.
Pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan (Dishub) telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem dua arah (contraflow) pada jalur tanjakan Gombel Baru sejak pukul 08.00 WIB. Arus kendaraan dari arah Surakarta menuju pusat Kota Semarang kini sepenuhnya dialihkan ke jalur menanjak tersebut.
Di titik penyekatan, sejumlah water barrier telah terpasang untuk menutup akses masuk ke turunan Gombel Lama. Petugas gabungan tampak berjaga di lokasi guna menghalau pengendara yang nekat melintas, kecuali warga setempat yang menggunakan sepeda motor.
Reza (35), seorang pengguna jalan asal Banyumanik, mengaku harus mengatur strategi agar aktivitasnya tidak terganggu. Ia mencemaskan penyempitan di ujung Flyover Jatingaleh yang kerap menjadi titik penumpukan kendaraan.
“Saya biasanya memantau Google Maps terlebih dahulu. Jika indikator jalur merah (macet), saya pilih lewat Tol Jatingaleh–Srondol atau jalur Jangli–Undip. Mengantre di tanjakan itu melelahkan karena harus terus menginjak kopling, bensin pun jadi lebih boros,” ungkap Reza kepada javamedia.id, Senin siang.
Meski berpotensi memicu kemacetan, perbaikan ini mendapat respons positif dari pengguna jalan lain. Arini (25), warga Tengaran yang rutin melintas setiap hari, berharap proyek ini menjadi solusi permanen bagi kondisi tanah Gombel yang labil.
“Tentu senang jika Gombel Lama diperbaiki, supaya jalan bisa lebih mulus dan aman. Tadi saya melintas sekitar pukul 11.00 WIB, kondisi masih ramai lancar, namun memang harus lebih waspada saat jam berangkat dan pulang kerja,” kata Arini.
Ia juga mengimbau sesama pengguna jalan untuk lebih bersabar selama masa pengerjaan proyek. Secara khusus, ia berharap kendaraan bertonase besar menaati arahan petugas untuk melintas di jalur tol demi mengurangi beban jalan di tanjakan Gombel Baru.
“Harapannya semua bisa bersabar dan tidak saling mendahului. Untuk truk besar, tolonglah lewat jalan tol dulu sesuai arahan petugas agar lalu lintas tetap mengalir,” pungkasnya. (Psw)






