Jelang Natal, Gereja St Theresia Bongsari Bagikan 550 Paket Bantuan Tebus Murah Sembako

Semarang, Javamedia.id – Menjelang Natal Gereja St Theresia Bongsari kembali menyediakan pelayanan sosial berupa bantuan tebus murah sembako, Minggu (14/12/2025). Warga bisa mendapatkan Paket sembako senilai Rp 165 ribu itu cukup ditebus Rp 50 ribu. Tahun ini, disediakan 550 paket berisi beras lima kilogram, gula, minyak goreng, mi kering, kecap, sirup, dan teh. Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, bantuan tersebut menjadi penopang kecil bagi keluarga prasejahtera untuk tetap merayakan Natal dengan layak.
Program tebus murah ini merupakan aksi sosial rutin Gereja St Theresia Bongsari. Ketua Bidang Pelayanan Pemasyarakatan Gereja St Theresia Bongsari, Cicilia Indra, menyebut kegiatan ini sejalan dengan arah dasar Keuskupan Agung Semarang, yakni menjadi gereja yang membahagiakan, menginspirasi, dan menyejahterakan.
“Ini bagian kecil yang bisa kami lakukan. Harapannya, umat prasejahtera tetap bisa merasakan sukacita Natal meski kondisi ekonomi sedang berat,” ujar Cicilia.
Selama tujuh tahun terakhir, Cicilia terlibat langsung mengelola program sembako tersebut. Dalam setahun, gereja mengadakan tiga kali kegiatan serupa. Sembako Ramadan, sembako ulang tahun gereja pada bulan Oktober, dan sembako Natal.
Selain umat Katolik prasejahtera, perhatian gereja juga menyentuh komunitas Ikatan Tunarungu Katolik (IKA Turka), para guru, serta karyawan yayasan sosial.
Wakil Ketua II Dewan Pastoral Paroki Bongsari, Agus Jumani, menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari visi paroki untuk menghadirkan kesejahteraan bagi umat.
“Ini kegiatan rutin setiap Natal. Kami ingin meringankan beban keluarga-keluarga prasejahtera. Termasuk teman-teman dari Ikatan Tunarungu Katolik yang juga menjadi bagian dari warga kami,” ujarnya.
Dikatakan, sebanyak 35 paket sembako khusus disalurkan kepada anggota IKA Turka. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan hanya soal kebutuhan pokok, tetapi juga pengakuan, mereka diperhatikan dan dilibatkan.
Di balik paket sembako itu, tersimpan pesan Natal yang ingin ditegaskan paroki. “Natal mengingatkan kita untuk kembali memperhatikan keluarga. Keluarga yang taat dan percaya kepada Tuhan, serta siap menyambut Yesus Kristus yang hadir untuk menebus kita semua,” tutur Agus.
Salah seorang anggota IKA Turka, Rita, menyampaikan rasa bahagianya usai menerima paket sembako. Dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan, ia mengungkapkan kegembiraannya. “Senang. Teman-teman juga senang,” ujarnya singkat sambil tersenyum.
Menurut Rita, bantuan itu memang sudah ditunggu-tunggu oleh anggota komunitasnya. Sembako tersebut akan digunakan bersama untuk merayakan Natal. “Untuk merayakan Natal,” katanya, mengulang dengan mantap.
Di Aula Grha Argya Gereja St Theresia Bongsari, Natal tak hanya dirayakan lewat doa dan pujian. Ia hadir dalam aksi nyata. Sembako yang ditebus murah, solidaritas yang dirawat, dan sukacita yang dibagi bersama. (Psw)






