Pasar Kuliner Khas Khoja Naikkan Kelas UMKM Khoja di Kota Semarang

Semarang, Javamedia.id – Pakukhoja adalah Pasar Kuliner Khas Khoja. Dimana Khoja merupakan masyarakat Semarang keturunan Gujarat, India Selatan. Pasar Kuliner Khas Khoja yang digelar UMKM Khojas (Komunitas Budaya Khoja Semarang) pada Sabtu (21/2/2026) dan Minggu (22/2/2026) adalah yang kali pertama dengan tujuan mengangkat potensi UMKM Khoja yang spesifik memproduksi aneka kue dan olahan makanan khas Khoja yang telah lama tinggal dan berkembang di Kota Semarang sejak abad 17.
Pada gelaran di Jalan Petolongan Kelurahan Purwodinatan Semarang depan Masjid Jami Pekojan di hari pertama, Pakukhoja mendapati antusiasme pengunjung. Rencana dibuka pukul 15.30 WIB, banyak tenan yang menjajakan aneka kue terjual laris manis di pukul 15.00 WIB.
Ketua UMKM Khoja, Anissa Devi Ika Natalia mengungkapkan potensi UMKM Khoja di luar dugaannya. “Ternyata benar kata orang bahwa makanan Khoja masih dikenal sebagai makanan yang memiliki cita rasa enak dan khas. Ini terbukti sejak peserta datang dusah banyak pengunjung yang menanti dan memesan. Akhirnya pembelian sebelum acara dibuka jadi tak terbendung.
Semua ingin cepat mendapat makanan yang diharapkan, sehingga penjual pun tak dapat menolak makanannya diborong,” ujar Anissa Devi.
Pakukhoja meski baru kali pertama digelar boleh dikata cukup berhasil membangkitkan potensi UMKM masyarakat sekitar Pekojan di Kelurahan Purwodinatan Kecamatan Semarang Tengah.
Plt Lurah Purwodinatan, Bagas menyatakan gembira melihat antusiasme masayarakat, terutama pelaku UMKM dan pengunjung. “Kami sangat berharap event ini ditingkatkan, bahkan bila perlu sebulan penuh selama Ramadan. Agar punya efek jauh lebih besar, terutama peningkatan ekonomi warga di wilayah kami. Kami akan mendorong UMKM ini menjadi lebih berkembang dan besar,” ujar Bagas.
Sementara Ketua Khojas, Muhamad Sholeh Jaelani menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Semarang, dalam hal ini Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kota Semarang, Dinas Perdagangan Kota Semarang, Dinas Perhubungan Kota Semarang, Polsek dan Koramil Semarang Tengah, Kecamatan Semarang Tengah dan Kelurahan Purwodinatan.
“Acara Pakukhoja ini mendapat support penuh dari stakeholder Kota Semarang, sehingga kami merasa cukup berhasil merangkul UMKM dan mengangkat eksistensi mereka. Problem UMKM Khoja adalah butuh wadah sebagai etalase karya dari hasil kreasi mereka. Pakukhoja menjadi salah satu ruang kreasi dan ekonomi mereka. Selain ini juga menjadi media komunikasi antara produsen dan buyer (konsumen). Ini menjadi bukti, bahwa ternyata pertemuan konsumen dan produsen di Pakukhoja memiliki efek yang luar biasa,” ungkap Sholeh.
Diakui oleh Iva dan Fatima, salah satu peserta Pakukhoja. Sejak bertemu dengan para pengunjung, mereka langsung mendapat pesanan sesuai apa yang bisa dibuatnya.
Sholeh menambahkan, bahwa apa yang disajikan atau dijual dalam Pakukhoja umumnya adalah masakan atau olahan makanan yang melegenda di kalangan masyarakat Khoja. Bahkan sebagian besar sudah jarang ditemukan di pasaran. Sehingga mereka tidak saja membeli makanan, namun juga mendapati kenangan atas apa yang mereka lihat, beli dan rasakan.
Di mana pun tempat, menurut Sholeh sulit mendapat makanan ala India, apalagi Gujarat. Tapi di Pakukhoja, mudah mendapat Kue Jaring atau Kue Chanee yang dimakan dengan bumbu Kare. Lalu ada Bolu Lapis Khoja dengan taburan biji kenari, dan ada juga Tart Keju dan Coklat Khoja. “Makanan ini hanya ada di kalangan masyarakat Khoja, sehingga ketika menemukan makanan yang dimaksud langsung terkenang pada masa lalu, atau masa kecil pernah memakannya,” terang Sholeh.
Pakukhoja tidak sekadar peningkatan UMKM, namun juga sebagai wahana mengangkat kembali Kuliner Khoja warisan warga Gujarat Semarang. Warga Kota Semarang jadi mengenal aneka makanan Khoja, antara lain Pacri Terong, Pindang Anteb, Jubika, Meentho, Karepap, Choro, Kopyah Bobrok, Acar Bandeng dan masih banyak lainnya. (Rgr)






