Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Jateng-DIY Aman Jelang Idul Adha, Ketahanan Solar Capai 18 Kali Lipat

SEMARANG, Javamedia.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG dalam kondisi aman menjelang libur panjang Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026. Masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau untuk tidak panik dan tetap tenang dalam melakukan konsumsi energi.

​Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengungkapkan bahwa ketahanan stok komoditas energi di wilayahnya saat ini berada dalam posisi yang sangat tebal dan mumpuni untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi.

​”Mengenai ketahanan stok, dapat kami sampaikan bahwa saat ini untuk produk Biosolar stoknya berada di angka 110.757 kilo liter (kl). Jika dibandingkan dengan konsumsi harian, maka ketahanan stoknya mencapai 18 kali lipat dari konsumsi normal,” ujar Taufiq di Semarang, Rabu (20/5/2026).

​Taufiq menambahkan, ketahanan stok yang kuat juga berlaku untuk produk BBM lainnya serta LPG. Stok Pertamax tercatat berada di angka 84.300 kl atau setara 18 kali lipat konsumsi harian. Sementara itu, untuk produk Dex memiliki ketahanan hingga 47 kali lipat, Pertalite 14 kali lipat, dan LPG berada di angka 4 kali lipat dari konsumsi normal.

​”Khusus LPG di wilayah Jateng-DIY, meskipun hitungan stok di depo lokal berkisar 4 kali lipat, masyarakat tidak perlu khawatir. Kami mendapatkan dukungan pasokan (perbantuan) dari wilayah Gresik (Jawa Timur) dan Balongan (Jawa Barat). Jadi stok cadangannya sangat aman,” tegasnya.

​Hal ini disebabkan oleh banyaknya tanggal merah dan panjangnya periode libur (long weekend) pada bulan ini. Sebagai gambaran, hari kerja aktif di bulan Mei tercatat hanya 16 hari, sementara hari liburnya mencapai 15 hari.

​”Bulan Mei ini pergerakan orang sangat tinggi karena banyak liburan. Jadi parameternya belum ideal. Kemungkinan pergerakan konsumsi yang lebih normal baru bisa kita lihat dan jadikan parameter pada bulan Juni nanti,” jelasnya.

​Selain memastikan kesiapan stok jelang Iduladha, Pertamina juga terus mengevaluasi dan memperketat pelaksanaan program Subsidi Tepat sasaran. Langkah ini dilakukan demi mengamankan anggaran negara dan memastikan BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

​Taufiq mengakui, dalam pelaksanaan di lapangan, pihak helpdesk pendaftaran Subsidi Tepat kerap menemui kendala teknis yang dialami masyarakat, salah satunya adalah kasus penyalahgunaan Nomor Polisi (Nopol) kendaraan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

​”Banyak ditemukan kendala di mana Nopol milik warga ternyata sudah terdaftar atau digunakan di sistem oleh kendaraan lain yang tipenya berbeda. Sumber kesalahan ini dipastikan bukan dari sistem Pertamina. Ini adalah modus duplikasi Nopol ganda,” ungkap Taufiq.

​Untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina bekerja sama dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah guna menindak tegas berbagai modus penyelewengan tersebut. Sinergi ini juga melibatkan pemerintah daerah dari sisi kebijakan. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *