Tanamkan Energi Pengabdian, Pussenarhanud Gelar Fun Fly Aeromodelling

CIMAHI, JAVAMEDIA.ID — Semangat pengabdian kepada bangsa dan negara tidak hanya diwujudkan melalui tugas-tugas kedinasan, tetapi juga dapat tumbuh melalui kegiatan yang membangun kebersamaan, keterampilan, sportivitas, dan kecintaan terhadap dunia kedirgantaraan.

Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan lomba aeromodelling bertajuk fun fly yang digelar Pusat Kesenjataan Arhanud (Pussenarhanud) dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 Arhanud TNI AD. Kegiatan berlangsung di Lapangan Tembak Gunung Bohong, Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut 80 tahun pengabdian Korps Arhanud TNI AD yang akan diperingati pada 17 November 2026. Perjalanan panjang sejak 17 November 1946 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat perjuangan, dedikasi, dan loyalitas dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di balik keseruan lomba aeromodelling, terdapat pesan yang lebih besar. Dunia wahana udara tidak hanya menawarkan tantangan dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengenali karakteristik penerbangan, melatih ketelitian, membangun konsentrasi, serta mengasah kemampuan pengendalian.

Bagi prajurit Arhanud, kegiatan tersebut memiliki relevansi tersendiri. Fun fly menjadi salah satu sarana pembinaan sekaligus media untuk menumbuhkan ketertarikan terhadap teknologi dan wahana udara. Lebih dari itu, kegiatan ini mempertemukan para pegiat aeromodelling dari berbagai daerah dalam suasana persaudaraan.

Sebanyak 32 tim ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Mereka datang dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Makassar, Pekanbaru, Medan, Aceh, Kalimantan, hingga Sumatera Selatan.

BACA JUGA :  Legitimasi Pelestari Budaya, Sesaji Semarang Resmi Terima Sertifikat Keanggotaan dari SNKI

Beragam materi dipertandingkan untuk menguji keterampilan dan ketangkasan peserta. Mulai dari endurance, limbo atau manuver, dropping target, hingga RC combat. Setiap materi menghadirkan tantangan tersendiri yang membutuhkan ketepatan, konsentrasi, penguasaan teknik, serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat.

Komandan Pussenarhanud Mayjen TNI R. Edi Setiawan dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan kehormatan selama mengikuti perlombaan. Faktor keamanan, menurutnya, harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan.

Pesan tersebut menjadi penting karena semangat berkompetisi sejatinya bukan sekadar tentang siapa yang menjadi pemenang. Lebih dari itu, kompetisi menjadi ruang untuk belajar menghargai proses, menerima hasil dengan lapang, serta membangun hubungan antarsesama pecinta aeromodelling.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga memperlihatkan bahwa olahraga dan hobi dapat menjadi jembatan yang memperkuat persatuan. Perbedaan latar belakang dan daerah asal justru bertemu dalam satu semangat yang sama, yakni kecintaan terhadap dunia kedirgantaraan dan semangat membangun kemampuan diri.

Bagi Pussenarhanud, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menanamkan energi positif dalam menyongsong usia delapan dekade pengabdian Arhanud. Semangat tersebut diharapkan terus terjaga dan menjadi kekuatan untuk menghadapi tantangan pengabdian di masa mendatang.

Seluruh rangkaian perlombaan berlangsung tertib, lancar, dan aman. Komitmen terhadap keselamatan berhasil diwujudkan dengan tercapainya zero accident dan zero incident selama kegiatan berlangsung.

BACA JUGA :  Leprid Catat 2 Rekor Reuni Unik Aljiro Smansa Semarang

HUT ke-80 Arhanud TNI AD pun bukan sekadar perayaan usia sebuah korps. Delapan dekade menjadi perjalanan panjang yang sarat dengan pengabdian, sekaligus pengingat bahwa menjaga kedaulatan negara membutuhkan dedikasi yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Melalui fun fly, semangat itu kembali ditegaskan: pengabdian dapat tumbuh dari banyak ruang, termasuk dari kegiatan yang mempertemukan teknologi, keterampilan, sportivitas, persaudaraan, dan kecintaan terhadap dirgantara.

Dari Gunung Bohong Cimahi, energi pengabdian itu diterbangkan bersama pesawat-pesawat aeromodelling—menjadi simbol semangat untuk terus belajar, berprestasi, bersatu, dan mengabdi bagi bangsa dan negara.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *