Tingkatkan Sinergi dengan Media, PT Pegadaian Gandeng LPDS Gelar UKW di Semarang

Javamedia.id – PT Pegadaian dan CPROCOM bersama Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) menggelar kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Santika Premiere Semarang pada 18 hingga 20 Juni 2025. Duapuluh wartawan dari berbagai daerah dan media hadir menjadi peserta untuk diuji pengetahuan dan kemampuan jurnalistiknya selama kegiatan berlangsung.
Tyas Ari Hidayat, Departemen Business Support PT Pegadaian Kanwil XI Semarang menyampaikan bahwa penyelenggaraan uji kompetensi ini merupakan upaya meningkatkan kolaborasi antara PT Pegadaian dengan awak media.
“Kolaborasi ini sangat penting karena PT Pegadaian pasti dalam melakukan sosialisasi program-programnya kepada masyarakat akan menggandeng media atau wartawan. Dan jika wartawannya kompeten maka berita yang dihasilkan juga pasti akan akurat, berimbang dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Ari Hidayat.
Para peserta Uji Kompetensi Wartawan terdiri dari tiga tingkatan, yaitu tingkat muda, madya dan utama. Dari duapuluh peserta yang mengikuti UKW menghasilkan 16 peserta yang kompeten dan 4 yang belum kompeten. Bagi peserta yang mendapat hasil belum kompeten bisa mengulang dengan mengikuti uji kompetensi yang akan digelar selanjutnya.
Ariwibowo, salah satu pengajar atau penguji dari LPDS memberikan penjelasan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan profesionalisme dan etika dalam dunia jurnalistik, serta meningkatkan kualitas produk jurnalistik.
“Karena di dalam UKW itu hendak diperiksa dan dicermati apa yang selama ini teman-teman kerjakan baik itu di jenjang muda, madya dan utama agar betul-betul terverifikasi secara baku, itu pertama. Kedua, tujuan UKW secara menyeluruh adalah hendak memberi satu panduan peta jalan agar kondisi media atau kondisi wartawan di Indonesia itu bisa dicermati, dilihat dan dilakukan pembenahan secara menyeluruh,” ungkapnya.
Semantara itu Direktur Eksekutif LPDS, Kristarto Hartadi, mengatakan bahwa pelaksanaan UKW oleh LPDS tidak sekadar menguji kemampuan jurnalistik. “UKW yang digelar LPDS bukan hanya untuk menguji kemampuan wartawan, tetapi sekaligus memberikan coaching atau pelatihan,” ujarnya.
Karena ada unsur coaching dalam proses uji kompetensi ini, maka kegiatan tidak bisa selesai dalam waktu singkat, sehingga peserta harus mengikuti acara hingga malam hari untuk mendapat pemahaman mendalam.
Salah satu peserta UKW, Kamran Dikarma mengatakan bahwa ikut UKW ini merupakan pengalaman baru karena ia adalah peserta program muda. “Pengalaman baru, ilmu baru, hal baru, ya saya bersyukur dapat hal-hal baru di sini,” ungkapnya.
“Jujur sebenarnya karena dulu saya pernah kuliah jurnalistik selama 4 tahun, kemudian magang di beberapa media, semua Itu materinya keluar di sini. Jadi, ini seperti mengingat kembali materi-materi kuliah dulu. Tapi memang ada beberapa hal juga yang berbeda. Seperti kemarin bahasa Indonesia jurnalistik itu ada teori yang berbeda, tapi ya mungkin ada pakembangan atau perubahan. Tapi lumayan ada hal-hal baru juga,” ungkap jurnalis Republika ini.
“Nah, jadi ini apresiasi banget sih buat LPDS yang mau road show atau keliling ke beberapa kota di daerah untuk memberikan peluang kepada para jurnalis untuk ikut dalam uji kompetensi karena kan background jurnalis ini beda-beda. Nggak semuanya dari komunikasi atau dari jurusan jurnalistik, mungkin ada yang dari filsafat, pertanian, hukum dan lainnya,” kata Kamran.
(Prast.wd)
Caption : Ariwibowo, salah satu pengajar atau penguji LPDS menyampaikan materi saat acara UKW di Hotel Santika Premiere Semarang, kamis (19/6/25).






