Niat Tolong Teman, Perempuan di Semarang Justru Jadi Korban Pembacokan

Screenshot

Semarang, Javamedia.id – Niat tulus untuk menolong teman berujung petaka bagi Yovita Haryanto (30), seorang warga Kelurahan Karangtempel, Semarang Timur. Ia harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius setelah ditebas senjata tajam oleh dua orang begal saat berupaya menggagalkan aksi perampasan di depan rumahnya, Minggu (5/4/2026) pagi.

Peristiwa mencekam yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Halmahera Raya ini terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) dan menyisakan trauma mendalam bagi warga sekitar.

Kejadian bermula saat seorang rekan Yovita yang sedang berhenti di depan rumah tiba-tiba didatangi oleh dua pria berboncengan sepeda motor. Salah satu pelaku turun dan langsung mencoba merampas dompet serta barang berharga milik rekan korban.

Melihat temannya terdesak dan dalam bahaya, Yovita spontan berlari keluar rumah untuk memberikan perlawanan. Namun, pelaku yang rupanya sudah membekali diri dengan senjata tajam langsung mengayunkan sabetan ke arah Yovita secara membabi buta sebelum melarikan diri.

Ketua RT 4 RW 5, Fransiskus Muryoko, mengungkapkan bahwa aksi nekat pelaku didorong oleh kondisi lingkungan yang sangat sepi saat hari libur.

“Waktu itu sebenarnya korban sudah aman di dalam rumah. Tapi karena dia melihat temannya ditodong dan mencoba mempertahankan tas, naluri kawannya muncul. Dia lari keluar bermaksud membela, tapi pelaku ini rupanya sudah siap senjata. Tanpa ampun, pelaku langsung mengayunkan sajamnya ke arah Yovita,” ujar Fransiskus saat ditemui di kediamannya, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan bahwa luka yang diderita Yovita tergolong parah dan tidak sebanding dengan hasil rampasan pelaku.

“Di sini kalau hari libur memang jalanan lengang sekali. Yang kami sesalkan, luka korban cukup parah, ada 17 jahitan di wajah dan tangan. Padahal pelaku cuma dapat dompet isi uang sekitar Rp100 ribu. Ini benar-benar tindakan sadis,” tegasnya.

Sementara itu Ujang (30), seorang pedagang ketoprak yang baru tiba untuk berjualan, mengaku terkejut melihat kerumunan warga sesaat setelah kejadian.

“Saya baru datang, tiba-tiba sudah ramai. Korban sudah tergeletak sambil memegangi kepalanya yang berdarah. Warga langsung inisiatif membawa korban ke Puskesmas Halmahera pakai motor sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” kata Ujang.

Akibat insiden berdarah ini, warga Kelurahan Karangtempel kini diliputi rasa waswas. Fransiskus Muryoko berharap pihak kepolisian tidak hanya melakukan olah TKP, tetapi juga memperketat penjagaan.

“Kami sangat berharap patroli kepolisian lebih digencarkan masuk ke pemukiman, terutama di jam-jam rawan seperti subuh dan pagi hari di saat lingkungan sedang sepi. Kami ingin warga merasa aman kembali,” pungkasnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif dengan memeriksa rekaman CCTV guna mengidentifikasi identitas kedua pelaku yang melarikan diri ke arah jalan protokol. Rumah korban pun tampak masih dalam penjagaan aparat kepolisian sembari menunggu kondisi korban stabil. (Psw) 

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *