Tinjau Sekolah Rakyat Semarang, Komisi V DPR RI Evaluasi Keamanan dan Kualitas Infrastruktur

SEMARANG, Javamedia.id – Dalam kunjungan kerja dan Peninjauan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Kelurahan Rowosari, Semarang, Jumat (17/7/2026), jajaran anggota Komisi V DPR RI menyoroti pentingnya penguatan sistem pengawasan serta perbaikan sejumlah fasilitas fisik guna menjamin keselamatan dan kenyamanan aktivitas pendidikan di institusi tersebut.
Usai peninjauan, Komisi V DPR RI menyampaikan hasil evaluasi di hadapan jajaran sekolah, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, serta PT Adhi Karya. Satu per satu anggota Komisi V DPR RI memaparkan hasil temuannya.
Anggota Komisi V DPR RI dari Partai Gerindra, Dr. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M., menekankan perlunya penguatan sistem pengawasan dan perbaikan infrastruktur, khususnya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Kelurahan Rowosari, Semarang.
Novita menyoroti perlunya pemasangan closed-circuit television (CCTV) di area sekolah sebagai langkah preventif untuk memantau aktivitas siswa. Hal ini dinilai krusial mengingat sekolah tersebut menampung siswa laki-laki dan perempuan.
“Pentingnya CCTV itu adalah supaya bisa memantau anak-anak agar tidak melakukan sesuatu yang tidak diharapkan. Di sini tujuannya adalah sekolah pendidikan; jangan sampai ada kasus seperti hamil di luar nikah atau hal-hal negatif lainnya,” ujar Novita.
Ia meminta pihak kepala sekolah untuk menugaskan guru-guru secara khusus agar lebih intensif dalam memantau perilaku siswa. Langkah ini dilakukan demi menjaga lingkungan pendidikan yang kondusif serta mencegah terjadinya pergaulan bebas di lingkungan sekolah.
Selain aspek pengawasan, Novita juga menyoroti kondisi fisik bangunan sekolah yang dianggap belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan. Ia mencatat sejumlah fasilitas seperti tangga, paving, akses jalan, dan lantai yang kondisinya kurang memadai.
“Saya berharap ini menjadi perhatian untuk faktor keselamatan anak-anak. Semoga sekolah ini bisa dijaga dan menghasilkan siswa-siswa yang luar biasa,” tambahnya.
Menurut Novita, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi generasi penerus bangsa dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia.
“Hal tersebut juga merupakan bagian dari cita-cita Pak Prabowo. Program pemerintah ini sangat baik untuk masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah,” katanya.
Senada dengan Novita, anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Drs. Fadholi, memberikan apresiasi atas investasi jangka panjang pemerintah melalui penyelenggaraan sekolah ini. Namun, ia menekankan urgensi pemenuhan sarana ibadah yang memadai.
“Mengingat sekolah ini nantinya akan menampung lebih dari 1.000 orang, maka perlu ada sarana ibadah yang representatif. Mengingat kompleksitas dan jumlah siswanya, sekolah ini sudah seperti pondok pesantren, sehingga pengawasan harus dilakukan secara ketat, terutama karena asrama ini dihuni oleh siswa putra dan putri,” jelas Fadholi.
Selain infrastruktur ibadah, Fadholi menyoroti pentingnya pendidikan keagamaan yang disesuaikan dengan keyakinan masing-masing siswa. “Pendidikan keagamaan perlu dipikirkan agar siswa dapat beribadah sesuai dengan agamanya masing-masing,” pungkasnya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi V DPR RI untuk memastikan fasilitas publik, termasuk sekolah, memiliki standar keamanan dan infrastruktur yang layak demi mendukung terciptanya generasi emas bangsa. (Psw)







