Kapan Lagi Nonton Sheila On 7 Sambil ‘Sambat’? Live Project 2026 Siap Bikin Beda Vibe Semarang!

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – Nonton festival musik kesayangan sambil luapin burnout dan rasa lelah sehari-hari? Kenapa enggak! Buat kamu penikmat festival musik di Semarang dan sekitarnya, Live Project 2026 siap balik lagi di Lanud Ahmad Yani Semarang pada 31 Oktober mendatang dengan konsep yang pastinya relatable banget.

Memasuki edisi keempatnya, Live Project enggak cuma nawarin panggung musik biasa. Tahun ini, mereka gandeng Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini (NKSTHI) lewat kolaborasi bertajuk Mens Sambat in Corpore Sano yang disiapin khusus jadi wadah stress release dan tempat ‘validasi’ keluh kesah para pengunjung.

Kejutan yang paling bikin excited, grup pop-rock legendaris Sheila On 7 resmi diumumkan sebagai penampil penutup line-up tahun ini. Masuknya band asal Yogyakarta tersebut makin melengkapi deretan musisi gokil lintas generasi yang udah diumumkan sebelumnya, mulai dari Good Morning Everyone, Lomba Sihir, Kunto Aji, Mahalini, Afgan, hingga The Changcuters.

Perwakilan NKSTHI, Mas Aik, cerita banyak tentang filosofi di balik konsep unik Mens Sambat in Corpore Sano ini. Menurutnya, sebagai manusia, kita wajar banget kalau merasa lelah di tengah usaha terbaik yang udah kita lakukin sehari-hari.

“Sambat bukan berarti kita tidak bersyukur. Kita bisa tetap mengekspresikan keluhan tanpa harus berhenti berterima kasih atas apa yang kita miliki. Menjadi manusia bukan berarti kita harus memilih salah satu ekstrem, kita tidak mungkin terus-menerus mengeluh, tetapi kita juga tidak bisa dipaksa untuk selalu baik-baik saja dan bersyukur setiap hari,” ungkap Mas Aik saat konferensi pers di Semarang, Jumat (14/8/2026).

Nah, ketimbang maksain diri buat selalu kelihatan oke, NKSTHI bareng Live Project 2026 mau ngajak penonton buat merayakan dua sisi kehidupan itu secara seimbang lewat ruang “sambat sambil bersenang-senang”.

“Khusus untuk acara ini, kami mengusung konsep bertajuk ‘Mens Sambat in Corpore Sano’,sebuah pelesetan dari ungkapan Latin Mens Sana in Corpore Sano. Versi kami bermakna: ‘Ada jiwa yang sambat di dalam tubuh yang sehat’. Dua keseimbangan itulah yang ingin kami hadirkan lewat berbagai instalasi interaktif, mulai dari area kedatangan atau parkir, perjalanan menuju venue, hingga di depan panggung utama,” jelasnya.

Nantinya, sepanjang perjalanan masuk venue, penonton bakal disuguhin deretan instalasi interaktif ciamik dari NKSTHI sebelum akhirnya sing along bareng musisi favorit di panggung utama.

“Ketika ngobrol dengan Live Project, kami melihat ada semangat yang sama: masalah yang memang bisa diperbaiki tentu harus diperbaiki, tetapi pengalaman yang tetap harus dijalani bisa kita respons dengan cara yang lebih menyenangkan. Dari situlah kami mencoba membawa sambat menjadi bagian dari pengalaman Live Project tahun ini,” tambah Mas Aik.

Nggak cuma soal kejutan kolaborasi, Festival Director MHT Live, Adi Sudono Rahmat, menegaskan kalau penyelenggara juga dengerin banget berbagai masukan dari penonton di edisi sebelumnya. Tahun ini, mereka komit melakukin pembenahan operasional total, mulai dari kenyamanan flow penonton, fasilitas venue, crowd management, sampai kualitas sound system.

Bagikan :

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *