Dihadiri 4.000 Umat, Perayaan 50 Tahun Sangha Theravada Indonesia Teguhkan Komitmen Kebangsaan

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – Sekitar 4.000 umat Buddha se-Jawa Tengah memadati Gedung Muladi Dome, Kota Semarang, untuk menghadiri perayaan puncak Tahun Kencana Setengah Abad Sangha Theravada Indonesia (STI), Minggu (8/11/2026). Mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”, perayaan ini menjadi momentum krusial memperkuat kepedulian sosial, nilai spiritual, serta kontribusi nyata umat Buddha dalam menjaga persatuan dan kehidupan berbangsa.

Agenda besar ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pembinaan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Drs. Supriyadi, M.Pd., serta Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. Perayaan ini juga turut dihadiri perwakilan tokoh lintas agama se-Kota Semarang sebagai wujud penguatan harmoni dan toleransi antarumat beragama.

Wakil Ketua Panitia Perayaan 50 Tahun STI, Wisnu Vitriana, menjelaskan bahwa Kota Semarang dipilih sebagai lokasi pusat perayaan karena memiliki nilai historis yang mendalam. Di kota inilah organisasi persaudaraan bhikkhu tersebut resmi berdiri pada 23 Oktober 1976 di Vihara Tanah Putih. Pendirian STI digagas oleh lima bhikkhu pendiri, yaitu Bhikkhu Aggabalo, Bhikkhu Khemasaraṇo, Bhikkhu Sudhammo, Bhikkhu Khemiyo, dan Bhikkhu Nyāṅavutto.

“Kami menyelenggarakan puncak perayaan di Semarang karena mengingat faktor historisnya. Di Kota Semarang inilah pertama kali Sangha Theravada Indonesia didirikan 50 tahun lalu,” ujar Vitriana. Ia menambahkan, saat ini STI menaungi sekitar 120 bhikkhu yang aktif membimbing dan membina umat Buddha di seluruh Indonesia.

BACA JUGA :  Jejak Bisnis Monyet Ekor Panjang: Dibeli Rp 200 Ribu dari Warga, Dijual Ke Laboratorium Luar Negeri

5932db25 4d0e 449c 9ba5 b93b52f3513cSementara itu, Sanghanayaka Sangha Theravada Indonesia (Ketua Umum STI), Bhikkhu Sri Subhapañño Mahāthera, menekankan bahwa peringatan setengah abad ini hendaknya dijadikan momentum bagi umat Buddha untuk semakin mendalami dan mempraktikkan ajaran Buddha Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mengungkapkan bahwa perayaan ini dirancang untuk memberikan pegangan hidup yang sarat nilai spiritual dan moral bagi umat dari berbagai daerah.

“Melalui tema Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri, umat Buddha tidak hanya diharapkan dapat meningkatkan keteguhan keyakinan dan kemanfaatan spiritual bagi diri sendiri melalui praktik kedermawanan, moral, serta kebijaksanaan. Lebih dari itu, umat Buddha harus mampu memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat, kebangsaan, dan negara melalui semangat gotong royong,” tegas Bhikkhu Sri Subhapañño.

Di tengah dinamika globalisasi, pimpinan STI juga mengimbau umat untuk memperkuat pengendalian diri dari kebencian dan kebohongan, serta senantiasa mempraktikkan kejujuran, kerendahan hati, dan bakti kepada bangsa agar terhindar dari dampak negatif perubahan zaman.

Febff2e2 0977 436b b950 8d88c4625b74Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dalam pembinaan umat dan kebangsaan, STI menganugerahkan Gelar Kehormatan Dhamma kepada dua tokoh kunci. Penghargaan diberikan kepada Drs. Supriyadi, M.Pd., atas jasa besarnya membangun persatuan umat Buddha di Indonesia, serta kepada Bhikkhu Suvirayan Mahathera atau Somdet Phra Mahāvajiramuniwong dari Thailand yang menjadi saksi sejarah berdirinya STI sekaligus penasihat Sangharaja Thailand atas pengabdiannya mendukung pembinaan para bhikkhu STI.

BACA JUGA :  Menko Polkam Dorong Percepatan Pemadaman Karhutla & Kuatkan Layanan Kesehatan

Rangkaian perayaan juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti lokasi lahirnya STI di Vihara Tanah Putih Semarang oleh Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera, serta penyerahan cenderamata kepada para tokoh lintas agama Kota Semarang. Melalui perayaan setengah abad ini, STI menegaskan komitmennya untuk terus bersumbangsih aktif bagi kemajuan dan keutuhan NKRI. (Psw)

Bagikan :

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *