Gelar Muswil VI, BM PAN Jateng Solidkan Barisan Menuju Pemilu 2029

Semarang, Javamedia.id – Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Jawa Tengah akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-6 pada 28 Desember 2025. Agenda utama Muswil ini adalah pergantian kepengurusan organisasi sekaligus konsolidasi kader menghadapi Pemilu 2029.

Muswil VI BM PAN Jawa Tengah tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum BM PAN, Sigit Purnomo Said atau yang dikenal dengan nama Pasha Ungu. Kehadiran pimpinan pusat tersebut diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi menjelang agenda politik ke depan.

Ketua BM PAN Jawa Tengah, Sunandar Seno Saputro, mengatakan Muswil VI menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota di seluruh Jawa Tengah.

“Muswil ini kami jadikan momentum penyolidan kader BM PAN di seluruh Jawa Tengah. Kami ingin membentuk kepengurusan baru yang benar-benar solid, satu barisan, satu komando,” kata Sunandar, Minggu (28/12/2025).

Sunandar Seno Saputro

Ketua BM PAN Jawa Tengah, Sunandar Seno Saputro

Ia menegaskan, BM PAN Jateng akan dirapatkan sebagai mesin penggerak politik menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, konsolidasi sejak dini diperlukan agar organisasi siap mendukung agenda politik partai secara maksimal.

Dalam Muswil VI ini, sebanyak 20 orang mendaftarkan diri sebagai anggota formatur. Dari jumlah tersebut, tujuh orang di antaranya merupakan anggota DPRD.

Sunandar juga menegaskan bahwa BM PAN sebagai organisasi sayap Partai Amanat Nasional akan mengikuti arah kebijakan politik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Tengah.

“DPW PAN Jawa Tengah dipimpin oleh Pak Wahyu Sakti Trenggono. Otomatis kami sebagai underbow DPW PAN akan mengikuti langkah dan arahan politik beliau,” ujarnya.

Ia menambahkan, Muswil kali ini juga diharapkan menjadi momentum untuk membesarkan PAN di Jawa Tengah, dengan mengedepankan mekanisme demokrasi internal dalam menentukan kepengurusan.

Terkait figur calon pimpinan, Sunandar menyebut salah satu tokoh muda PAN, Fany, sebagai kader BM PAN yang memiliki pengaruh dan merupakan putri asli Jawa Tengah. Namun demikian, ia menegaskan proses pemilihan tetap berjalan secara demokratis. “Mekanisme demokrasi tetap kami lakukan. Soal hasilnya nanti seperti apa, kita lihat bersama,” katanya. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *