Harga Perabot Plastik di Semarang Melambung, Imbas Kenaikan Bahan Baku Global

Semarang, Javamedia.id – Masyarakat di Kota Semarang dan sekitarnya kini harus bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pasalnya, harga berbagai peralatan berbahan plastik, mulai dari ember mandi hingga furnitur seperti lemari bongkar-pasang, terpantau mengalami kenaikan signifikan di sejumlah pasar tradisional maupun pusat grosir dalam sepekan terakhir.

Hingga Senin (6/4) Kenaikan ini merata di titik-titik perdagangan utama seperti Pasar Johar, kawasan Pedurungan, hingga pusat grosir di Semarang Barat. Berdasarkan pantauan lapangan, kenaikan harga berada di kisaran 15 hingga 25 persen.

Bu Nur, Pemilik toko Toko sinar riau di Pasar johar gedung tengah lantai 2 mengataka bahwa kenaikan harga berada di kisaran 15 hingga 25 persen. “Sebelum lebaran kemarin sempat naik 15 persen dan setelah lebaran naik lagi jadi 25 persen,” ungkapnya.

Lonjakan harga ini bukanlah tanpa sebab. Para distributor di Semarang menyebutkan bahwa kenaikan dipicu oleh naiknya harga biji plastik dunia (polipropilena dan polietilena). Sebagai turunan dari minyak bumi, harga bahan baku ini sangat sensitif terhadap fluktuasi harga minyak mentah global yang sedang memanas akibat ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah.

Kondisi ini dibenarkan oleh Hariyadi, salah satu pengelola toko distributor plastik di kawasan Sayung, Semarang. Ia mengungkapkan bahwa penyesuaian harga ini terpaksa dilakukan karena harga tebus dari pabrik sudah naik berkali-kali dalam sebulan terakhir.

“Kami di tingkat distributor sebenarnya serba salah. Kalau tidak naik, operasional tidak tertutup karena harga bahan baku polimer memang sedang tinggi-tingginya. Sekarang konsumen lebih banyak yang menahan diri, atau kalau beli pun beralih ke merek-merek ekonomis yang penting fungsinya sama meskipun plastiknya lebih tipis,” jelas Hariyadi, Senin (6/4/2026).

IMGDampak dari kenaikan bahan baku tersebut langsung dirasakan pada label harga produk populer. Sebagai contoh, produk sanitasi dasar seperti Ember Galon yang biasanya menjadi standar kebutuhan rumah tangga, kini mengalami penyesuaian harga yang cukup terasa di tingkat retail menjadi kisaran Rp42.000.

Keluhan serupa juga datang dari sisi konsumen, khususnya para pelaku usaha kecil. Suryani, seorang pemilik warung makan di area Ungaran, mengaku sangat terbebani dengan kenaikan harga wadah penyimpanan yang ia gunakan untuk stok bahan baku.

“Dulu kalau beli container box ukuran besar masih di bawah Rp100 ribu, sekarang sudah tembus Rp109.000. Sebagai pedagang kecil, kenaikan seribu dua ribu rupiah saja sangat terasa, apalagi ini naiknya barengan sama barang-barang lain. Mau naikkan harga nasi ke pelanggan juga takut mereka lari,” keluh Suryani.

IMGSektor furnitur plastik pun tidak luput dari tren kenaikan ini. Lemari Plastik 4 Susun, yang selama ini menjadi alternatif murah bagi warga di wilayah Kabupaten Semarang, kini harganya mulai merangkak naik ke angka Rp325.000. Hal ini diprediksi akan menurunkan volume penjualan di tingkat pedagang eceran karena konsumen cenderung menunda pembelian barang tersier.

Pemerintah daerah dan pengamat ekonomi memperkirakan kondisi ini masih akan fluktuatif dalam beberapa bulan ke depan. Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam berbelanja dan memanfaatkan periode promo atau bursa grosir untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif di tengah tekanan inflasi barang-barang berbahan dasar polimer ini. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *