Haul Abah Syeikh ke-13, Merawat Tradisi dan Menebar Kawelasasihan

Semarang JavaMedia. id-Tak terasa, ulama Salaf, Pendiri Ponpes Salafiyah Az Zuhri Ketileng Semarang, Abah Syeikh telah berpulang 13 tahun lalu. Kini tepat 11 Februari 2026 telah 13 tahun berlalu.

Untuk mengenang dan menteladani, ribuan santrinya memperingati Haul ke-13 melalui tradisi mengganti Luwur atau kain kelambu penutup makam Abah Syeikh, Rabu (11/2/2026) di Ponpes Az-Zuhri Jl. Ketileng Raya 13A Semarang Kota Semarang.

Ketua Panitia Pelaksana Haul Ke-13 Abah Syeikh, Dr Alwi Alex Sujanto SE SPd MM kepada media, Selasa (10/2/2026) malam menyampaikan segala persiapan telah dilakukan menyambut Haul Ke-13. Alex menyampaikan, untuk menghormai jejak spiritual dan keteladanan Abah Syeikh Saeful Anwar, dihidupkan kembali nilai-nilai tradisi pesantren yang selama hidup Abah diuri-uri sebagai warisan moral, spiritual dan social bagi masyarakat.

“Jadi haul ini tidak hanya menjadi ruang doa dan ziarah, melainkan juga ajang silaturahmi para santri lintas generasi. Masyarakat dan hadirin kita ajak merefleksikan makna keberlanjutan tradisi pesantren sebagai penyangga identitas kultural dan keislaman,” ungkap Alex Sujanto didamping sekretaris Drs Saad Sapto Adi S MM dan Panglima Santri Drs Haris Heri Supangat.

450ebef6 45b6 4dae b545 1831788100cdDitambahkan, bahwa Haul Ke-13 mengusung semangat ‘Terbarkan KawelasAsihan’. “Menekankan pentingnya nilai kasih sayang, kepedulian dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Spirit kawelasasihan ini dimaknai sebagai ajakan saling menguatkan, berbagi, dan menghadirkan manfaat bagi sesama Sebagaimana keteladanan yang diwariskan Abah Syeikh semasa hidup,” tambah Alex.

Sementara Gus Luqman atau akrab dipanggil Guse, putra sekaligus penerus  Abah Syeikh menegaskan bahwa Haul merupakan cara merawat ingatan kolektif tentang keteladanan guru. “Dari sini kita belajar adab, keikhlasan dan pengabdian. Semangat menebarkan kawelasasihan ini menjadi inti dari tradisi yang kita uri-uri sebagai jembatan masa lalu, masa kini dan masa depan umat,” papar Guse.

Hadirnya ribuan santri ini juga turut mendoakan agar bangsa Indonesia dijauhkan dari bencana alam dan bencana sosial. Guse mengajak semua komponen bangsa mawas diri atau introspeksi dengan lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. (Rgr)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *