Hindari IMS, Ratusan LC Argorejo Semarang Dianjurkan Menjaga Pola Hidup Sehat

Javamedia.id – Ratusan pemandu lagu atau Lady Companion (LC) di tempat hiburan Argorejo, yang lebih dikenal dengan sebutan SK, mengikuti penyuluhan terkait pencegahan penularan penyakit kelamin dan aturan jam operasional. Kegiatan ini berlangsung di gedung PAKAR, Jalan Argorejo, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, pada Selasa (8/7/25) siang.

Dalam agenda rutin dua mingguan tersebut para LC mendapatkan edukasi tentang pencegahan penyakit menular seksual. Ketua Paguyuban Karaoke Argorejo (PAKAR) Semarang, Tri Anto, menyatakan bahwa kegiatan pembinaan kepada para LC sudah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali.

Saat ini, lanjut Tri Anto, jumlah pekerja di kawasan karaoke Argorejo ada sekitar 400 orang. Jumlah ini fluktuatif karena ada pekerja yang keluar dan masuk. Untuk jam operasional karaoke sendiri dimulai pukul 11.00 siang hingga pukul 01.30 WIB setiap harinya.

Ia juga menekankan kepada seluruh pekerja, terutama yang baru masuk, untuk mendaftar ke Paguyuban agar dibuatkan KIK (kartu izin kerja) supaya namanya tercatat dalam data pengurus.

“Kartu Izin Kerja yang dikeluarkan Paguyuban berfungsi sebagai identitas dan administrasi. Jadi, ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kami memiliki data mereka dan dapat membantu dalam proses pemulangan,” jelas Tri Anto.

Namun, jika ditemukan pekerja yang tidak mengurus KIK, maka yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi, salah satunya adalah tidak mendapatkan bantuan jika terjadi sesuatu.

“Jika mereka tidak memiliki KIK, berarti mereka tidak terdaftar di Paguyuban. Sanksinya, misalnya ada pemeriksaan dari aparat terkait dan mereka tidak punya KIK, kami tidak akan membantu karena mereka bukan bagian dari kami. Selain itu, jika terjadi sesuatu seperti sakit atau kecelakaan, biasanya ada iuran dari teman-teman dan pengurus untuk membantu. Namun, jika mereka tidak punya KIK, kami tidak akan membantu,” ujarnya.

Sementara Ketua LSM Lentera Asa, Ari Istiyadi, yang menjadi salah satu narasumber dalam penyuluhan tersebut, menekankan pentingnya melaksanakan aturan atau regulasi. Selain itu, ia juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Ari, yang juga Pembina di Paguyuban Karaoke Argorejo mengajak para LC untuk selalu menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari masalah IMS (infeksi menular seksual). Hal ini perlu diperhatikan karena para LC sangat rentan terhadap masalah tersebut.

“Walaupun di sini tidak ada lagi lokalisasi atau prostitusi, tetapi hubungan seksual bisa terjadi di mana saja. Meskipun secara aturan dilarang melakukan hubungan seksual di dalam wisma, kita tidak tahu apakah transaksi dilakukan di dalam atau di luar, eksekusinya di luar atau di dalam. Yang jelas, kami tetap menekankan pentingnya pencegahan infeksi menular seksual,” ucapnya.

Untuk mencegah ancaman penyakit menular seksual, Ari menyebut bahwa para LC juga mendapatkan pemeriksaan rutin yang dilakukan tiga bulan sekali oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Lebdosari untuk VCT (voluntary counselling and testing) HIV, guna mengetahui apakah mereka sudah terinfeksi HIV atau belum. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *