Lawan Fenomena Career Mismatch, BINUS @Semarang Integrasikan AI Experience dalam Kurikulum

Semarang, Javamedia.id – Di tengah ancaman ketidaksesuaian bidang kerja (career mismatch) yang mencapai 36 persen di Indonesia, BINUS University @Semarang resmi memperkuat posisinya sebagai Digital Transformation & AI Experience Campus. Langkah ini diambil untuk memastikan lulusan perguruan tinggi tetap relevan dan adaptif menghadapi transformasi digital serta perubahan lanskap dunia kerja global pada 2030 mendatang.
Pesatnya perkembangan teknologi dan akselerasi transformasi digital membuat proses memilih pendidikan tinggi kini menjadi semakin kompleks bagi orang tua dan calon mahasiswa. Keputusan ini tidak lagi sekadar tentang memilih kampus atau jurusan, tetapi tentang memastikan bahwa pilihan tersebut mampu membawa mahasiswa tetap relevan di masa depan, terutama di era Artificial Intelligence (AI).
Laporan global menunjukkan bahwa sekitar 22% pekerjaan akan mengalami perubahan pada tahun 2030. Hal ini menegaskan bahwa generasi muda perlu dipersiapkan dengan keterampilan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan teknologi. Riset Populix bersama BINUS University juga menunjukkan bahwa kekhawatiran orang tua kini berkembang pada sejauh mana pendidikan mampu memberikan arah yang jelas serta kesiapan menghadapi perubahan di era digital.
Dalam acara Media Gathering Binus University @Semarang pada Jumat 8 Mei 2026, Direktur Kampus BINUS University @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa perubahan teknologi, khususnya AI, telah mengubah cara perguruan tinggi dalam mempersiapkan mahasiswa.
“Perkembangan AI membuat dunia kerja berubah jauh lebih cepat dari sebelumnya. Karena itu, pendidikan tidak bisa lagi hanya berfokus pada teori, tetapi harus mampu memberikan pengalaman nyata dan pemahaman bagaimana teknologi digunakan di dunia industri. Di BINUS @Semarang, kami membekali mahasiswa dengan AI experience agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dan memanfaatkannya secara strategis,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa nilai pendidikan saat ini harus sudah dapat dirasakan sejak masa studi berlangsung melalui pendekatan digital transformation. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk pekerjaan yang ada hari ini, tetapi juga untuk menghadapi pekerjaan yang bahkan belum ada saat ini.
Dari sudut pandang psikologis, Gary Collins Brata Winardy M.Psi., Psikolog dan Faculty Member BINUS University, menjelaskan bahwa tekanan dalam menentukan pendidikan saat ini sering memicu keraguan dan overthinking.
“Kekhawatiran akan masa depan adalah hal yang wajar. Orang tua dan anak takut salah memilih jurusan yang mungkin tidak lagi relevan di kemudian hari. Karena itu, pendidikan yang mampu memberikan arah, pengalaman nyata, dan exposure terhadap dunia kerja akan sangat membantu mengurangi kecemasan tersebut,” jelas Gary.
Sebagai Digital Transformation & AI Experience Campus, BINUS University @Semarang berkomitmen menghadirkan pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi digital dan pengalaman nyata agar siap bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman. (Psw)






