Satgas MBG Jateng Akui Banyak Dapur SPPG Tak Miliki IPAL, Langgar SOP Operasional

Semarang, Javamedia.id – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Jawa Tengah mengakui adanya ketidaktertiban pengusaha dalam membangun Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Meski Standar Operasional Prosedur (SOP) mewajibkan adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ribuan liter air sisa pencucian alat makan di beberapa titik ditemukan dibuang sembarangan ke lingkungan sekitar tanpa pengolahan terlebih dahulu.
Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat, salah satunya di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Nur, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa limbah air cucian dari dapur MBG di lingkungannya langsung dialirkan ke sungai.
“Sungai jadi kotor dan bau. Bayangkan setiap hari ada ribuan tempat makan yang dicuci,” keluh Nur pada Jumat (17/4/2026). Menurutnya, pengusaha dapur tersebut sebenarnya memiliki lahan yang cukup luas untuk membangun sistem pengolahan limbah, namun hal itu tidak dilakukan.
Kasus serupa juga ditemukan oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang di Desa Samban, Kecamatan Bawen. Di sana, air sisa operasional dapur MBG dialirkan langsung ke saluran irigasi dan sungai, yang memicu kekhawatiran akan pencemaran lingkungan jangka panjang.
Pelanggaran Terhadap SOP
Menanggapi temuan tersebut, Sekretaris Satgas MBG Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, membenarkan adanya pengusaha yang belum melengkapi Dapur SPPG dengan IPAL. Padahal, ketersediaan IPAL merupakan syarat mutlak dalam operasional pemenuhan gizi ini.
“Nah, itu SOP-nya sudah ada. Jadi mungkin salah satu atau dua (SPPG) mungkin kurang tertib ya,” ujar Hanung saat memberikan keterangan.
Meski menyebut pelanggaran ini dilakukan oleh segelintir pihak, Hanung tidak menampik perlunya langkah tegas di lapangan. Ia menginstruksikan tim pengawas untuk melakukan penyisiran ke ribuan titik dapur yang sudah beroperasi.
“Iya, kita pokoknya bekerja dengan baiklah, positiflah. Ya mungkin satu kurang-kurangnya itu pasti ada,” tambahnya.
Pengawasan Ribuan Titik
Pihak Satgas kini meminta tim pengawas untuk berkeliling memastikan seluruh aspek pembangunan Dapur MBG telah sesuai standar, terutama terkait pengelolaan limbah. Langkah ini krusial mengingat masifnya jumlah unit pelayanan yang telah dibangun.
Berdasarkan data terakhir, di Provinsi Jawa Tengah yang saat ini dipimpin oleh Gubernur Ahmad Luthfi, tercatat sudah berdiri sebanyak 3.741 SPPG. Dengan jumlah yang mencapai ribuan, pengawasan ketat terhadap dampak lingkungan menjadi tantangan besar agar program pemenuhan gizi ini tidak justru mendatangkan masalah baru bagi sanitasi warga. (Psw)






