Sinergi BNNP-BBPVP Jateng: Cetak SDM Berkompeten dan Berkarakter Anti-Narkoba

Semarang, Javamadia.id – Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Jawa Tengah kini berjalan beriringan dengan penguatan karakter anti-narkoba. Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Fashion Show Stage BBPVP Semarang, Senin (13/4), BNNP Jawa Tengah dan BBPVP Semarang sepakat bahwa pelatihan vokasi adalah kunci utama untuk menciptakan tenaga kerja unggul yang memiliki ketahanan diri terhadap bahaya laten narkotika.

Langkah strategis ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih dari Narkoba). Melalui sinergi ini, aspek pencegahan tidak lagi hanya bersifat sosialisasi, namun diintegrasikan langsung ke dalam ekosistem pelatihan kerja.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H., M.H., menegaskan bahwa generasi emas Indonesia tidak hanya butuh kecerdasan, tetapi juga perlindungan dari pengaruh negatif. “ANANDA BERSINAR menekankan pencegahan sejak dini. Ketika generasi muda memiliki kompetensi dan peluang kerja, mereka memiliki benteng yang kuat. Inilah bentuk pencegahan yang paling konkret dan berkelanjutan,” tegas Toton.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BBPVP Semarang, Fikri Kurniakiki, B.Eng., M.Si., menyatakan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pelatihan yang steril dari peredaran gelap narkoba. Menurutnya, karakter dan mental peserta pelatihan menjadi prioritas utama selain keterampilan teknis.

“Kami tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter. Pembangunan SDM tidak bisa dilakukan sendiri, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar hasilnya optimal dan berkelanjutan,” jelas Fikri.

Acara yang juga dirangkaikan dengan Seminar Bahaya Laten Narkoba ini memaparkan bahwa ketahanan diri dan kemampuan menolak pengaruh negatif adalah aset penting bagi tenaga kerja masa depan.

Melalui PKS ini, kedua belah pihak akan mengimplementasikan berbagai program aksi, mulai dari pelatihan berbasis kompetensi, sosialisasi P4GN, deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, hingga dukungan rehabilitasi bagi kelompok rentan.

Sinergi antara BNNP Jawa Tengah dan BBPVP Semarang diharapkan menjadi model kolaborasi strategis di Jawa Tengah dalam mewujudkan SDM yang tidak hanya produktif dan kompetitif di dunia industri, tetapi juga berkarakter kuat menuju Indonesia Emas 2045. (psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *