VIRALBike, Modal Smartphone dan Sepeda Viralkan Kota Semarang

Javamedia.id – SEBUAH Komunitas Nitizen lahir di Kota Semarang pertengahan Oktober 2021. Mereka yang menamakan VIRALBike ini digawangi oleh para jurnalis dan beberapa pengurus organisasi kewartawanan PWI Jateng dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jateng. Mereka antara lain Nugroho DS, Chandra AN, Nurchamim, Prast WD, Arie Cheppy, Kustri Monod, Agung Wahyu Diono dan lainnya.

Anggota VIRALBike dari berbagai kalangan. VIRALBike awalnya merupakan komunitas sepeda tanpa nama yang bermula di awal Pandemi Covid – 19, pertengahan tahun 2019.

“Dari bersepeda ria, teman-teman sering memgabadikan apa saja selama perjalanan dan menguploadnya di Media Sosial seperti Facebook maupun Instagram. Tentu materi tersebut menjadi viral dan rujukan informasi. Dari sinilah kemudian kita mentahbiskan komunitas ini menjadi VIRALBike. Viral Bike bisa berarti bersepeda sambil memviralkan informasi. Namun juga bisa berarti memviralkan yang baik-baik,” ungkap Nugroho DS, salah satu penggagas komunitas.

Ide mendirikan komunitas ini mulai ada sejak momen Hari Pahlawan 10 Nopember tahun 2019. “Saat itu kita bersepeda menyusuri jejak perjuangan rakyat Semarang dalam Pertempuran 5 Hari di Semarang. Selain memotret tempat-tempat bersejarah, kita kuga memviralkan agar masyarakat tahu dan paham akan peristiwa sejarah tersebut. Kemudian antusiasme masyarakat untuk bergabung cukup banyak. Kegiatan sama akhirnya kita gelar pada 10 Nopember 2021 dengan banyak pengikut,” ujat Prast WD, seorang pewarta foto di Semarang yang menjabat sekretaris VIRALBike.

Kegiatan VIRALBike ini mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Semarang Ir Hj Hevearita G Rahayu MSos. Mbak Ita, panggilan akrab Wakil Walikota Semarang menyambut baik apa yang dilakukan komunitas VIRALBike dalam membantu mengangkat nama Kota Semarang melalui konten-konten positif yang diupload di Media Sosial.

Adanya para jurnalis yang mendirikan komunitas nitizen ini juga sangat baik dalam rangka ikut mewadahi dan membina para nitizen agar dalam menjalankan aktifitasnya tidak melanggal norma dan etika, sehingga meminimalisir persinggungan dengan UU ITE

Nugroho DS selaku Pembina VIRALBike mengaku wadah ini pada akhirnya menjadi ajang pembinaan dan pembelajaran para anggotanya yang senang memanfaatkan smartphone untuk media sosial. Meski mereka banyaknyang bukan jurnalis tapi kami tekankan menggunakan pendekatan dan norma jurnalisme bila membuat konten. Kode Etik Jurnalistik kami kenalkan agar terhindar dari jerat hukum. Kami bersyukur anggota kami bisa memahami ini sehingga setiap konten yang diviralkan aman. Tidak merugikan banyak pihak, tapi justru menguntungkan masyarakat, ” kata Nugroho DS.

Pada Sabtu (15/1) pagi, VIRALBike mengeksplor Pasar Johar Semarang. Mereka bersepeda dan hunting foto di Pasar Johar. Memotret apa saja yang ada di dalam pasar untuk ditayangkan di Media Sosial. Setelah itu mereka hunting kuliner di Warung Makan Torpedo Sapi Mak Mi Suyudono Semarang.

“Kami ingin membantu para pedagang Pasar Johar, agar pasar yang baru saja diresmikan Presiden bisa ramai dikunjungi masyarakat. Tentu akan kami sajikan liputan-liputan seputar isi dan kegiatan di Pasar Johar. Kami juga memgadakan pemotretan di sini dengan tujuan agar banyak masyarakat datang ke sini untuk foto-foto dengan latar bangunan yang artistik. Kalau mereka sudah tertarik datang pasti akan belanja. Dengan demikian akan membantu perekonomian pedagang,” papar Nugroho DS.

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *