Antisipasi Kekerasan Seksual, Komisi E DPRD Jateng Minta Pengawasan Ketat di Asrama Sekolah Rakyat

SEMARANG, Javamedia.id – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah mendesak pengelola program Sekolah Rakyat untuk meningkatkan standar keamanan dan pengawasan di seluruh lingkungan asrama. Langkah antisipasi ini diambil guna mencegah potensi dampak negatif, khususnya terkait interaksi sosial antara siswa laki-laki dan perempuan dalam sistem pendidikan berasrama (boarding).

Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, dr. Messy Widiastuti, M.A.R.S. menegaskan bahwa pengetatan protokol pengamanan menjadi prioritas utama demi menjamin rasa aman bagi para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Pernyataan tersebut disampaikan dr. Messy saat memberikan keterangan kepada Media di ruang Komisi E DPRD Jawa Tengah pada Senin (13/7).

Terkait kekhawatiran orang tua mengenai isu pelecehan dan kekerasan seksual ketika tinggal di lingkungan asrama, dr. Messy menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan akhir-akhir ini mengenai maraknya kasus tersebut di pondok pesantren sepanjang tahun 2025.

Namun, ia menekankan bahwa kasus-kasus tersebut terjadi di pondok pesantren, bukan di lingkungan Sekolah Rakyat. Karena ada kemiripan sistem pendidikan boarding (berasrama) di Sekolah Rakyat dengan Pesantren, maka harus dilakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi kasus pelecehan atau kekerasan yang sama.

Dr. Messy mengakui bahwa tantangan dalam mengelola sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin tidaklah ringan. Ia menyebutkan bahwa penyesuaian diri, khususnya bagi siswa tingkat sekolah dasar yang harus berpisah dengan orang tua, membutuhkan perhatian emosional dan pendekatan yang lebih intensif dari pihak pengelola.

Di sisi lain, Komisi E DPRD Jawa Tengah menekankan pentingnya peningkatan standar keamanan dan pengawasan yang ketat di lingkungan asrama. Dr. Messy menegaskan, “Memang harus kita lebih beri perhatian dan pengetatan pengawasan, karena ada cowok ada cewek juga dalam satu asrama.”

Dr. Messy menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau dan memberikan evaluasi berkala terhadap manajemen Sekolah Rakyat agar tetap berjalan sesuai koridor yang benar. Penguatan hubungan sosial dan rasa aman bagi setiap anak di sekolah menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk terus ditingkatkan ke depannya.

Dalam pandangannya, sistem Sekolah Rakyat ini merupakan instrumen yang ideal untuk memutus rantai kemiskinan di Jawa Tengah melalui jalur pendidikan. Mengenai kualitas program secara keseluruhan, dr. Messy menuturkan, “Secara keseluruhan, masih cukup baguslah Sekolah Rakyat yang ada di Jawa Tengah.”

Sebagai penutup, dr. Messy menegaskan bahwa meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, secara keseluruhan program ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga integritas dan kenyamanan siswa agar program Sekolah Rakyat tetap menjadi solusi terbaik bagi pendidikan generasi penerus bangsa. (psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *