Walikota Semarang Jemput Sopir Bung Karno Ke Upacara 17an

Semarang JavaMedia.ID – Kapten CPM Purn Sanjoto memang sudah tak segagah 70 tahun lalu. Usianya kini sudah 95 tahun dengan kulit keriput membalut tubuhnya yang mulai rapuh. Namun demikian, semangatnya menolak runtuh.

Pria lanjut usia ini merasa ada hal yang luar biasa tak sebagaimana biasanya saat akan memperingati HUT Kemerdekaan RI. Pagi-pagi sudah dijemput oleh sopir utusan Walikota Semarang untuk menghadiri Upacara Peringatan Ke-80 Kemerdekaan RI di Balaikota Semarang.

“Hari ini sangat luar biasa, saya mendapatkan undangan 2, satunya di Simpanglima, undangan dari Provinsi, lainnya dari Walikota Semarang yang sudah disiapkan penjemputnya. Ya saya pilih di Kota Semarang, karena inspektur Ibu Walikota Semarang Dr Agustina Wilujeng Pramestuti SS MM. Beliau pernah mengundang saya di rumahnya saat belum jadi Walikota dan menyampaikan penghargaan dari keluarga Bung Karno,” ujar Sanjoto.

Sanjoto ternyata bukan orang biasa. Selain pernah sebagai sopir jeep yang ditumpangi Bung Karno saat inspeksi pasukan Banteng Raiders di Slawi tahun 1961 saat berhasil penumpasan gerombolan DI/TII, juga pernah sebagai anggota regu pengaman rute gerilya Panglima Besar Sudirman di Wonogiri hingga Jawa Timur.

Di Pemerintah Kota Semarang pun, ternyata tidak banyak yang tahu beliau adalah pelopor lahirnya Satuan Penertiban Umum (Tibum) atau yang sekarang lebih dikenal Satpol Pamong Praja.

Walikota Semarang memang khusus menghadirkan Sanjoto karena sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.
Memang Sanjoto adalah satu yang hadir dari sedikit veteran PKRI. Dia adalah Veteran Perjuang Kemerdekaan RI (PKRI) dari 10 orang yang tersisa di Kota Semarang. Umumnya Veteran PKRI usianya di atas 90 tahun.

“Saya Bahagia bisa hadir di sini, menyaksikan banyak anak muda memperingati Hari Kemerdekaan. Semua senang, Bahagia dan Gembira. Ini seperti melupakan dan bisa menghapus penderitaan perjuangan kami dulu. Rasanya sudah plong bisa memerdekaan negeri ini, namun pesan saya kemerdekaan ini harus diisi dengan tindakan baik untuk memajukan dan mencerdaskan bangsa. Kita sudah merdeka jangan lantas hidup seenaknya sendiri, berbuat baik lah demi masa depan anak cucu kita. Jangan korupsi dan serakah. Sebab ini akan menghancurkan negara,” pesan Sanjoto.

“Bu Agustina Wilujeng ini Walikota yang memperhatikan rakyat. Saya dengar sudah memberi bantuan dana Rp 25 juta untuk kebutuhan RT se-Kota Semarang. Ini baru sekarang terjadi. Karena itu penggunaannya harus bisa dipercaya untuk kebutuhan warga. Saya senang sekali ada pemimpin seperti Bung Karno. Memikirkan rakyat. Walikota juga tidak melupakan jasa pahlawam,” tutupnya (Dirgham)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *