Bayu Ramli Terus Berkarya di Dunia Film, Kepercayaan Sutradara Senior Ungke Kaumbur Jadi Penyemangat untuk Terus Berkembang

SEMARANG, JAVAMEDIA.ID – Kesuksesan tidak selalu datang melalui jalan yang mudah. Ada proses panjang, keberanian mencoba, konsistensi, serta kesempatan yang harus dijawab dengan kerja keras. Prinsip itulah yang terus dipegang Bayu Ramli, desainer kenamaan asal Semarang, dalam mengembangkan kiprahnya di industri kreatif, khususnya dunia perfilman Tanah Air.
Tak ingin berhenti pada satu bidang, Bayu terus membuka diri terhadap berbagai pengalaman baru. Semangat untuk belajar dan mengasah kemampuan kembali membawanya terlibat dalam produksi film horor vertikal berjudul Petaka Sinden Gaib, garapan sutradara senior Ungke Kaumbur bersama Ana Ungke sebagai produser.
Bagi Bayu, kesempatan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar menambah daftar pengalaman dalam perjalanan kariernya. Kepercayaan yang diberikan seorang sutradara senior menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri.
Dalam film produksi PGR Picture tersebut, Bayu mendapat tantangan memerankan Wiradinata, seorang lurah dengan karakter antagonis. Tokoh ini memiliki peran penting dalam membangun konflik cerita, sehingga menuntut Bayu untuk mengeksplorasi kemampuan aktingnya secara lebih mendalam.
“Aku senang banget dan bersyukur sekali kembali dipercaya bisa main di film ini, terlebih disutradarai Bang Ungke,” ungkap Bayu saat dihubungi di sela-sela proses syuting di kawasan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.
Rasa syukur tersebut menjadi gambaran bagaimana Bayu memandang setiap kesempatan sebagai sesuatu yang patut dihargai. Baginya, kepercayaan bukan hanya sebuah peluang, tetapi juga tanggung jawab untuk memberikan kemampuan terbaik.
Memerankan Wiradinata menjadi pengalaman tersendiri. Ia harus menghidupkan sosok lurah jahat yang bersekongkol membunuh Raras, seorang sinden muda. Karakter tersebut menuntut Bayu keluar dari zona nyaman dan menghadirkan sisi antagonis dengan pendalaman emosi serta ekspresi yang berbeda.
Pengalaman ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi Bayu untuk memahami lebih jauh proses kreatif dalam industri perfilman. Ia menyadari bahwa setiap karakter memiliki tantangan tersendiri dan membutuhkan kesungguhan dalam mempelajarinya.
Sementara itu, produser Ana Ungke menjelaskan, Petaka Sinden Gaib menawarkan konsep menarik melalui perpaduan genre horor dan format film vertikal. Produksi ini menjadi salah satu eksplorasi dalam menghadirkan hiburan yang mengikuti perkembangan media digital.

Film tersebut juga mengangkat kehidupan masyarakat desa dengan nuansa tempo dulu. Latar tradisi, kesenian, serta kehidupan sosial masyarakat menjadi elemen penting yang memperkuat suasana cerita.
Petaka Sinden Gaib berkisah tentang masyarakat Desa Sendang Arum yang memiliki tradisi kesenian sebagai kebanggaan sekaligus sumber penghidupan. Setiap tahun, warga menggelar Pentas Bumi berupa pertunjukan wayang dan gamelan di pendopo desa yang dipercaya membawa kemakmuran.
Di balik tradisi tersebut, tersimpan rahasia kelam yang perlahan terungkap melalui perjalanan Raras, perempuan berusia 22 tahun yang bercita-cita menjadi sinden utama dalam Pentas Bumi.
Perjalanan Raras tidak berjalan mulus. Bersama ibunya, Wening, ia harus menghadapi persoalan ekonomi hingga ancaman kehilangan rumah dan tanah akibat utang. Situasi semakin mencekam ketika sosok perempuan berselendang merah mulai menghantuinya setiap kali menjalani latihan sinden.
Konflik keluarga, rahasia masa lalu, dan teror misterius kemudian menjadi rangkaian cerita yang mempertemukan berbagai karakter. Selain Bayu Ramli, film ini dibintangi Melsy Delcy sebagai Raras, Kekey Kartika sebagai Wening, Jihad Alfurqon sebagai Raka, Keylarcel sebagai Sekar, Kartika Daud sebagai Ceu Ratna, M. Rum sebagai Abah Surasa, serta Parlin sebagai Aki Sutardja.
Film Petaka Sinden Gaib dijadwalkan tayang pada awal 2027 mendatang.
Bagi Bayu, perjalanan di dunia perfilman bukan semata-mata tentang popularitas atau kesempatan tampil di layar. Lebih dari itu, setiap proses merupakan kesempatan untuk belajar, memperluas wawasan, membangun relasi, dan mengembangkan kemampuan diri.
Ia juga memandang bahwa latar belakang profesi bukanlah batas untuk meraih peluang di bidang lain. Selama ada kemauan untuk belajar, keberanian mencoba, dan kesungguhan menjalani proses, seseorang selalu memiliki kesempatan untuk tumbuh dan menemukan potensi terbaiknya.
Keterlibatan Bayu dalam film garapan Ungke Kaumbur ini sekaligus membawa semangat tersendiri bagi talenta kreatif asal Semarang. Kiprahnya menjadi bukti bahwa anak daerah memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam industri kreatif nasional dan berkolaborasi dengan para pekerja seni dari berbagai latar belakang.
Kepercayaan dari sutradara senior menjadi energi bagi Bayu untuk terus melangkah. Ia ingin menjadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk menghasilkan karya yang lebih baik, sekaligus membuktikan bahwa perjalanan berkarya tidak mengenal kata berhenti selama seseorang masih memiliki semangat untuk berkembang.




