Bernostalgia Dengan Mainan Tradisional di Pasar Rakyat Dugderan Semarang

Semarang, Javamedia.id – Menyambut bulan Ramadan, Pasar Dugderan di Semarang kembali digelar. Pasar rakyat ini bisa membawa pengunjungnya bernostalgia dengan masa kecil. Mainan paling khas dan hanya bisa ditemukan di Dugderan yaitu mainan kapal otok-otok, yaitu miniatur kapal yang terbuat dari seng dan bisa digerakkan dangan menyalakan sumbu yang ada di dalam kapal. Harganya cukup murah, Rp 15 ribu untuk ukuran kecil dan Rp 20 ribu untuk kapal yang besar. Suara khasnya yang membuat mainan ini diberi nama “kapal otok-otok”.

Berbagai mainan tradisional yang terbuat dari bambu juga membuat kangen masa-masa dimana anak-anak belum terlalu sibuk dengan kecanggihan gadget. Mainan bambu yang ada di Dugderan antara lain Gasing yang bisa bersiul jika berputar dan peluit bambu yang suaranya mirip dengan kicau burung.

Gerabah

Gerabah Pasaran

Untuk anak-anak perempuan, ada mainan gerabah yang berbentuk alat masak tradisonal sperti cobek, kompor tungku, kendi, dan perlengkapan dapur lainnya. Di Semarang, mainan itu dikenal dengan nama Pasaran. Harganya pun sangat terjangkau.

Wahana Rumah Hantu

Wahana Rumah Hantu

Ada juga berbagai wahana antara lain komedi putar, kincir angin, kora-kora, rumah hantu, dan lainya. Pasar Dugderan tahun ini sudah dibuka sejak tanggal 7 Februari dan digelar hingga tanggal 16 Februari 2026. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *