Gara-gara WFA, Arus Balik di Bandara Ahmad Yani Semarang Punya Pola Unik

Semarang, Javamedia.id – Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang berlaku pasca-Lebaran tahun ini menciptakan fenomena unik pada arus balik di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.
Jika biasanya terminal keberangkatan diserbu penumpang yang ingin kembali ke perantauan, pada H+3 Lebaran (24 Maret) ini, angka kedatangan justru tercatat hampir identik dengan angka keberangkatan.
Dari total 11.573 penumpang yang memadati bandara, selisih antara mereka yang datang dan pergi hanya terpaut satu orang—sebuah pola distribusi trafik yang jarang terjadi di puncak arus balik konvensional.
Fenomena “arus balik yang seimbang” ini tercermin dari data yang dirilis manajemen bandara, di mana tercatat ada 5.786 penumpang yang berangkat dan 5.787 penumpang yang datang.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh pergeseran budaya kerja masyarakat.
“Sebagian masyarakat memang sudah mulai beraktivitas kembali pada tanggal 25 Maret 2026. Namun, kebijakan WFA yang berlangsung pada 25 hingga 27 Maret membuat trafik penumpang datang tetap tinggi, mengimbangi mereka yang sudah harus kembali berangkat dari Semarang,” ujar Sulistyo.
Meskipun polanya unik dan terbagi rata, secara volume tetap terjadi lonjakan yang sangat signifikan. Trafik penumpang naik 61% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Peningkatan lebih tajam terlihat pada pergerakan pesawat yang mencapai 85 pergerakan, atau meroket 93% dibandingkan tahun lalu yang hanya menyentuh angka 44 pergerakan.
Menanggapi lonjakan volume ini, manajemen bandara memastikan kesiapan operasional tetap berada pada level tertinggi. Selain optimalisasi fasilitas terminal, dihadirkan pula hiburan musik di area keberangkatan untuk membangun suasana hangat bagi para pengguna jasa, baik yang baru tiba untuk bekerja secara remote maupun yang akan terbang kembali ke kota asal.
“Kami pastikan seluruh aspek operasional tetap berjalan optimal, aman, dan nyaman. Terima kasih kepada masyarakat dan stakeholder atas dukungannya sehingga pelayanan periode Angkutan Udara Lebaran 2026 ini dapat berjalan tertib dan lancar,” pungkas Sulistyo. (Psw)






