Mudik Rasa Pesiar: Senyum Pemudik Motor di Atas Dek KRI Banda Aceh

Semarang, Javamedia.id – Suara riuh rendah tawa anak-anak memecah suasana formal di Dermaga Samudera 2, Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (25/3/2026). Di balik kokohnya lambung besi KRI Banda Aceh-593, terpancar gurat kelegaan dari wajah ratusan pemudik yang bersiap kembali ke Jakarta tanpa harus bertaruh nyawa di jalur Pantura yang padat.

Sebanyak 811 warga Jawa Tengah hari itu memilih “menitipkan” nasib dan sepeda motor mereka di dalam perut kapal perang milik TNI Angkatan Laut. Program balik gratis ini menjadi oase di tengah melambungnya harga tiket transportasi umum dan risiko kelelahan berkendara jarak jauh pasca-perayaan Idul Fitri.

Pemandangan di dermaga tampak kontras namun hangat; prajurit TNI AL yang biasanya sigap memegang senjata, kini dengan telaten membantu ibu-ibu menggendong balita dan menuntun lansia menaiki tangga kapal.

Tak hanya itu, para prajurit juga menjadi “juru parkir” profesional yang memastikan 385 sepeda motor tertata presisi di dek kendaraan laut tersebut agar tak bergeser selama pelayaran.

Bagi para pemudik, perjalanan ini bukan sekadar mobilisasi massa, melainkan pengalaman “wisata” yang tak terlupakan. Fasilitas pendingin ruangan (AC) yang sejuk, tempat tidur yang layak, hingga jaminan makan gratis tiga kali sehari membuat perjalanan satu malam menuju Jakarta ini terasa seperti menumpang kapal pesiar pribadi.

IMGKomandan Lanal Semarang, Kolonel Marinir Sabprowanto, menegaskan bahwa pelayanan sepenuh hati ini adalah amanat untuk memberikan kenyamanan maksimal. Ia menjamin bahwa meski statusnya adalah kapal perang, standar pelayanan bagi warga sipil tetap mengedepankan sisi humanis dan keamanan prosedur bahari.

“Secara ekonomi, program ini merupakan bantuan nyata yang langsung menyentuh kantong masyarakat kecil. Bayangkan saja, seorang pemudik bisa menghemat biaya bahan bakar, tarif tol, hingga biaya makan di perjalanan yang jika ditotal bisa mencapai ratusan ribu rupiah, belum lagi risiko kerusakan mesin kendaraan di jalan,” ujar Sabprowanto.

Sementara itu, salah satu pemudik asal Semarang, Purwanto mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan kuota di KRI Banda Aceh. Pria yang bekerja sebagai buruh di Jakarta ini merasa jauh lebih tenang karena tidak perlu memaksakan diri memacu motornya di bawah terik matahari dan kepungan asap kendaraan di jalur darat.

KRI Banda Aceh-593 yang sebelumnya bertolak dari Surabaya ini dijadwalkan bersandar di dermaga Kolinlamil, Jakarta, pada Kamis (26/3/2026) pagi ini. Total ada 1.192 penumpang yang akan mengakhiri perjalanan mudik mereka dengan cerita manis tentang keramahtamahan para penjaga laut Indonesia.

Sinergi antara TNI AL, Pemkot Semarang, dan berbagai instansi terkait ini membuktikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat saat momen krusial seperti Lebaran. Keberhasilan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa minat masyarakat terhadap transportasi laut yang aman dan gratis terus meningkat dari tahun ke tahun. (Psw)

Mari berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *